Kenapa Video Bersih-bersih Bikin Nyaman? Ini Alasan Psikologisnya yang Jarang Orang Tahu!

AKURAT.CO Meskipun terlihat sederhana, menonton video orang bersih-bersih kerap kali membuat kita merasa betah dan nyaman.
Fenomena yang terkadang bahkan membuat ketagihan, ternyata memiliki penjelasan psikologis di baliknya.
Kepuasan dari proses pembersihan, respons otak terhadap visual yang memuaskan dan pengalaman vicarious atau empati tidak langsung adalah beberapa faktor yang berkontribusi.
Alasan Psikologis Menonton Video Bersih-bersih Bikin Nyaman
Menonton video orang membersihkan sesuatu, seperti pembersihan jerawat, kuku kaki, atau karang gigi dapat memberikan kepuasan yang luar biasa.
Ada beberapa penjelasan psikologis mengapa hal ini terjadi.
1. Pelepasan Dopamin
Mengorek kulit atau melihat proses pembersihan yang berhasil dapat melepaskan dopamin, sebuah hormon di otak yang membuat seseorang merasa nyaman dan senang.
2. Rasa Puas dari Proses Pembersihan
Melihat suatu objek atau area yang tadinya kotor menjadi bersih dan rapi secara visual sangat memuaskan. Ini memicu respons positif di otak karena mencapai tujuan akhir berupa keteraturan.
3. Pengalaman Vicarious atau Empati Tidak Langsung
Seseorang dapat merasakan kepuasan dan ketenangan seolah-olah mereka sendiri yang melakukan pembersihan atau merasakan hasil akhirnya. Ini seperti mendapatkan manfaat tanpa harus mengeluarkan usaha.
4. Perilaku Menenangkan Diri
Bagi beberapa orang, menonton video semacam ini adalah bentuk perilaku menenangkan diri. Ini dapat menjadi cara untuk mengurangi stres atau kecemasan.
5. Sifat Dasar Manusia Mencari Hal yang Menenangkan
Secara umum, manusia cenderung mencari hal-hal yang dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan. Video bersih-bersih memenuhi kebutuhan ini dengan memberikan rasa keteraturan dan penyelesaian.
Manfaat Membersihkan Rumah untuk Kesejahteraan Mental
Aktivitas bersih-bersih itu sendiri, selain memberikan dampak visual yang memuaskan, juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental dan fisik.
1. Merapikan Pikiran
Saat membersihkan rumah seperti menyapu, mengepel, atau merapikan meja kerja, tanpa disadari kita juga membereskan isi kepala.
Aktivitas fisik ini membantu menenangkan pikiran dan memberikan rasa kontrol, terutama saat hidup terasa berantakan.
2. Efek Terapeutik Melalui Aktivitas Repetitif
Gerakan berulang saat bersih-bersih, seperti menyapu atau melipat baju, bisa membuat tubuh fokus pada satu hal, mirip seperti meditasi.
Ini membantu otak tidak terlalu sibuk memikirkan hal lain, sehingga dapat mengurangi stres dan kecemasan.
3. Mengurangi Stres dan Kecemasan
Pemandangan rumah yang bersih dan rapi sudah cukup untuk membuat sebagian orang melupakan masalah mereka.
Berdasarkan penelitian, rumah yang berantakan dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol, sementara rumah yang rapi dapat menghindarkan dari suasana hati depresif.
Meluangkan waktu setidaknya 10 menit per hari untuk membersihkan rumah dapat membantu meminimalkan kecemasan.
4. Meningkatkan Fokus dan Produktivitas
Lingkungan yang kotor dan berantakan dapat memengaruhi kemampuan otak untuk fokus dan memproses informasi.
Sebaliknya, rumah yang rapi dan terorganisir membuat seseorang tidak mudah tersinggung, lebih produktif, dan lebih mampu memproses informasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










