Mefenamic Acid Obat Pereda Nyeri yang Perlu Diwaspadai Penggunaannya
Eko Krisyanto | 14 September 2025, 19:58 WIB

AKURAT.CO Mefenamic acid atau asam mefenamat merupakan obat yang banyak digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, mulai dari nyeri haid, sakit gigi, nyeri otot, hingga peradangan pada sendi. Obat ini termasuk golongan antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
Asam mefenamat tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, maupun suspensi cair, dengan berbagai merek dagang di pasaran seperti ponstan, mefinal, hingga analspec.
Meski tergolong efektif dalam mengatasi nyeri, penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan.
Badan kesehatan menegaskan, konsumsi asam mefenamat sebaiknya tidak lebih dari tujuh hari, kecuali atas anjuran dokter. Obat ini juga tidak direkomendasikan bagi pasien dengan riwayat tukak lambung, perdarahan saluran cerna, gagal ginjal, gagal jantung, maupun alergi terhadap OAINS lain seperti ibuprofen atau aspirin.
Terkait kehamilan, risiko penggunaan asam mefenamat cukup tinggi.
Pada usia kandungan di bawah 20 minggu, obat ini dikategorikan sebagai kategori C, artinya terbukti berisiko pada hewan percobaan namun belum ada uji klinis pada manusia.
Sementara pada usia 20 minggu ke atas, masuk kategori D karena sudah terbukti dapat membahayakan janin.
Meski demikian, dokter masih dapat meresepkan dalam kondisi tertentu jika manfaat lebih besar daripada risikonya.
Bagi ibu menyusui, asam mefenamat masih bisa digunakan bila diperlukan, meski dokter biasanya akan mempertimbangkan alternatif lain, terutama jika bayi lahir prematur atau berusia di bawah satu bulan.
Penggunaan obat ini juga dapat berinteraksi dengan sejumlah obat lain, seperti aspirin, warfarin, kortikosteroid, hingga obat antidepresan golongan SSRI. Interaksi dapat meningkatkan risiko perdarahan maupun gangguan ginjal.
Efek samping ringan yang mungkin muncul antara lain perut kembung, mual, muntah, diare, hingga pusing.
Namun, pasien perlu segera mencari pertolongan medis bila mengalami gejala serius seperti muntah darah, sesak napas, nyeri dada, bengkak pada tubuh, gangguan ginjal, atau tanda kerusakan hati.
Beragam risiko yang mungkin timbul, masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi asam mefenamat tanpa pengawasan tenaga medis.
Konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting sebelum menggunakan obat ini, agar manfaat yang diperoleh sejalan dengan keamanan pasien.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







