Akurat
Pemprov Sumsel

Keren...Siloam Hospital Luncurkan Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia

Sri Agustina | 21 September 2025, 23:03 WIB
Keren...Siloam Hospital Luncurkan Robot Bedah Otak Pertama di Indonesia

AKURAT.CO, Dunia medis di Indonesia saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Dimulai dari Siloam International Hospitals melalui Siloam Hospitals Lippo Village resmi meluncurkan Brainlab Cirq Robotic Suite, teknologi mutakhir bedah saraf dan otak pertama di Indonesia.

Hal ini diumumkan dan diresmikan dalam ajang Siloam Neuroscience Summit (SNS) 2025 di Jakarta, Sabtu, 20 September 2025 yang merupakan kolaborasi lima rumah sakit di jejaring Siloam, yaitu Siloam Hospitals Lippo Village, Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Siloam Hospitals TB Simatupang, Siloam Hospitals Denpasar, dan Siloam Hospitals Medan, acara ini berhasil merangkul lebih dari 600 peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Baca Juga: Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

Peluncuran Brainlab Cirq Robotic Suite mempertegas posisi Siloam Hospitals Lippo Village sebagai Center of Excellence Neuroscience yang senantiasa menghadirkan inovasi mutakhir.

Dengan hadirnya Brainlab Cirq Robotic Suite, Indonesia kini berdiri sejajar dengan pusat-pusat neurosains dunia.

Dengan tema “Exploring the Depth of Neuroscience: New Horizons and Opportunities,” acara ini mempertemukan para dokter, peneliti, dan tenaga medis dari berbagai bidang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terbaru dalam penanganan penyakit saraf.

“Summit ini menjadi wujud nyata komitmen Siloam untuk menghadirkan wadah edukasi, kolaborasi, dan inovasi di bidang neurosains. Dengan menghadirkan para pakar internasional dan nasional, kami ingin membahas perkembangan terbaru mulai dari stroke, bedah saraf, neurointervensi, nyeri, hingga rehabilitasi neurologis. Kami percaya, melalui pertukaran pengetahuan lintas disiplin ini, Siloam Hospitals Lippo Village dapat semakin memperkuat perannya sebagai Center of Excellence Neuroscience di Indonesia, sekaligus memberikan layanan yang lebih baik bagi pasien,” ujar CEO Siloam International Hospitals Caroline Riady, Sabtu (20/9/2025).

Secara khusus, SNS 2025 juga berfokus pada topik Pain Management, Code Stroke Course, Neuro Resto, Neuro Imaging, Robotic, dan Nursing Workshop. Dengan cakupan yang luas ini, SNS 2025 diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh serta membuka peluang inovasi baru dalam perawatan pasien.

Ajang ini menghadirkan pakar-pakar neurosains baik dari dalam maupun luar negeri, di antaranya Prof. Dr. Monique van Bruggen-Rufi, PhD, NMT-F (Belanda), Daniel Chiung Jui Su, MD, CIPS, RMSK (Taiwan), Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, MD, PhDm FIPP, CIPS, FMIN, Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp. BS (K), Prof. Dr. dr. Julius July, Sp. BS (K), yang berbagi pengalaman serta wawasan dalam berbagai sesi ilmiah.

Kehadiran 5 pembicara internasional dan 39 pembicara nasional yang terdiri dari dokter spesialis bedah saraf, neurologi, rehabilitasi medik, hingga psikiatri di berbagai sesi ilmiah SNS 2025 ini merupakan sumber informasi terkini bagi para peserta.

Selama dua hari, SNS 2025 menghadirkan berbagai kegiatan seperti workshop, symposium, pameran medis, demonstrasi teknologi robotik untuk operasi saraf, hingga kompetisi e-poster.

Baca Juga: Siloam Hospitals Mampang Mampu Tangani Kasus Tersulit Masalah Sendi Tulang dan Pinggul

Berbagai kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan dan networking bagi lebih dari 600 peserta yang terdiri dari neurosurgeon, dokter umum dan spesialis, perawat, residen, mahasiswa kedokteran dokter, dan pakar lainnya.

Topik yang dibahas meliputi banyak aspek penyakit saraf, antara lain stroke, gangguan gerak, bedah saraf, infeksi dan gangguan imun saraf, nyeri kronis, pencitraan otak, pemulihan fungsi saraf, hingga kanker otak.

“Summit ini mencerminkan tekad kolektif kita untuk menggabungkan ketelitian ilmiah dengan inovasi yang berpusat pada pasien. Siloam telah menjadi pionir brain stem surgery pertama di Asia Tenggara. Pertukaran ide dan penelitian lintas disiplin ini diharapkan dapat menghasilkan alternatif baru dalam penanganan penyakit saraf,” ucap Prof. Yusak Mangara Tua Siahaan, MD, PhD, FIPP, CIPS, FMIN, yang menjabat sebagai Chairman SNS,

“Komitmen kita bukan hanya menghadirkan perawatan yang berbasis bukti melalui >20.000 operasi bedah saraf kompleks telah sukses ditangani, dengan perawatan yang aman, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien. Dengan kolaborasi lintas disiplin, kita tidak hanya meningkatkan harapan hidup, tetapi juga kualitas hidup pasien dan keluarganya,” tutup Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS, K, M.Kes, IFAANS, yang juga menjabat sebagai Chairman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R