Waspada! Galon Air dengan BPA Melebihi Batas Bisa Ganggu Kesuburan dan Picu Kanker

AKURAT.CO Penggunaan galon air minum isi ulang yang mengandung Bisphenol A (BPA) di atas ambang batas aman 0,04 bagian per sejuta (ppm) terbukti berisiko besar bagi kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Diketahui, Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas harian paparan Bisphenol A (BPA) yang aman, yaitu 0,04 nanogram per kilogram berat badan per hari (ng/kg bb/hari), sesuai standar WHO.
Temuan ini sebelumnya diungkap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menemukan kadar BPA melebihi standar di sejumlah daerah.
Ahli kesehatan masyarakat sekaligus motivator kesehatan, Dr. Jusuf Kristianto, menjelaskan, BPA adalah bahan kimia yang lazim digunakan pada plastik polikarbonat dan lapisan epoksi, termasuk pada sebagian galon isi ulang.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menetapkan ambang batas asupan harian yang sangat rendah.
“Standar dari WHO sebetulnya 0,4 ppm. Jadi kalau galon plastik polikarbonat atau epoksi kadar BPA-nya tinggi, jelas membahayakan,” kata Dr. Jusuf saat dihubungi Akurat.co, Jumat (26/9/2025).
Dampak Kesehatan Jangka Pendek
-
Iritasi ringan: sakit kepala, mual, pusing.
-
Gangguan hormonal: perubahan mood, sulit tidur, mudah lelah.
-
Masalah pencernaan: perut kembung, diare ringan.
Dampak Jangka Panjang yang Lebih Serius
Baca Juga: PAW Expo 2026, Wajah Baru PIK sebagai Destinasi Ramah Hewan
-
Sistem Reproduksi: kualitas sperma menurun, siklus menstruasi terganggu, risiko kelainan janin meningkat.
-
Sistem Hormonal & Metabolisme: risiko obesitas, diabetes tipe 2, resistensi insulin, hingga gangguan tiroid.
-
Sistem Kardiovaskular: tekanan darah naik, risiko penyakit jantung lebih tinggi.
-
Risiko Kanker Hormonal: terkait kanker payudara dan prostat (masih diteliti lebih lanjut).
-
Perkembangan Anak: paparan sejak dini dapat mengganggu perkembangan otak, perilaku, dan imunitas.
Kelompok rentan: bayi dan anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta penderita penyakit kronis.
“Ini yang bahaya, jangan sampai masyarakat terlena hanya karena percaya satu merek. Kalau kadar BPA tinggi, tetap berbahaya,” tegasnya.
Cara Kurangi Paparan BPA
Dr. Jusuf menyarankan masyarakat untuk lebih waspada dan mulai mengurangi paparan BPA dengan cara:
-
Pilih kemasan aman: gunakan galon bertanda BPA-free, atau wadah kaca/stainless steel/food grade.
-
Hindari panas: jangan tuang air panas ke galon plastik, jangan menjemur galon di bawah terik matahari.
-
Cek kode plastik: hindari kode 3 (PVC) dan 7 (Other) tanpa keterangan jelas. Lebih aman gunakan kode 1 (PET), 2 (HDPE), 4 (LDPE), 5 (PP).
-
Kurangi plastik sekali pakai: hindari botol sekali pakai untuk berulang, gunakan tumbler stainless steel atau kaca.
“Stainless steel oke, tapi jangan lupa dicuci rutin. Kalau jarang dicuci malah bisa sakit juga,” tambahnya.
Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu A Bar Song (Tipsy) Shaboozey, Potret Pelarian dari Tekanan Hidup
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









