Akurat
Pemprov Sumsel

Mengapa Kita Mengalami Mimpi Buruk? Penyebab, Cara Atasi, dan Kapan Harus Waspada

Eko Krisyanto | 27 September 2025, 23:30 WIB
Mengapa Kita Mengalami Mimpi Buruk? Penyebab, Cara Atasi, dan Kapan Harus Waspada

AKURAT.CO Pernahkah kamu terbangun di tengah malam dengan napas tersengal, jantung berdebar kencang, dan rasa takut yang masih melekat? Jika iya, kemungkinan besar kamu baru saja mengalami mimpi buruk.

Meski terdengar sepele, mimpi buruk bisa sangat mengganggu. Apalagi jika datang berulang kali hingga membuat tidur tidak nyenyak. Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa Itu Mimpi Buruk?

Mimpi buruk adalah mimpi yang menimbulkan rasa takut, cemas, atau perasaan tidak nyaman saat terbangun. Ciri-cirinya antara lain:

  • Mimpi terasa sangat nyata dan membekas.

  • Terbangun mendadak dengan ingatan detail tentang mimpi.

  • Tubuh merespons dengan jantung berdebar, keringat dingin, atau kecemasan.

  • Sulit tidur kembali karena takut mimpi buruk terulang.

Sesekali mimpi buruk adalah hal normal. Namun, bila sering muncul dan mengganggu kesehatan mental maupun aktivitas harian, itu pertanda perlu perhatian lebih.

Penyebab Mimpi Buruk

Ada banyak faktor yang bisa memicu mimpi buruk, di antaranya:

Baca Juga: Prabowo Akhiri Lawatan Luar Negeri dengan Catatan Diplomasi Gemilang

  1. Stres dan kecemasan – masalah pekerjaan, konflik, atau tekanan hidup membuat pikiran tidak tenang.

  2. Trauma atau PTSD – pengalaman traumatis sering terbawa ke alam bawah sadar.

  3. Kurang tidur atau pola tidur berantakan – mengganggu fase tidur REM, tempat mimpi biasanya terjadi.

  4. Efek samping obat – beberapa obat (antidepresan, obat tekanan darah, dll.) bisa memicu mimpi buruk.

  5. Alkohol atau zat psikoaktif – mengacaukan siklus tidur alami.

  6. Kebiasaan sebelum tidur – makan berat, nonton film horor, atau membaca kisah menakutkan bisa jadi pemicu.

  7. Gangguan tidur lain – seperti sleep apnea atau insomnia.

Cara Mengatasi Mimpi Buruk

Jika terbangun karena mimpi buruk, coba lakukan hal berikut:

  1. Tenangkan diri – tarik napas dalam, minum air, atau lakukan peregangan ringan.

  2. Atur kebiasaan tidur – tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

  3. Kelola stres – meditasi, menulis jurnal, atau olahraga ringan bisa membantu.

  4. Cari bantuan profesional – terutama bila mimpi buruk berkaitan dengan trauma atau terjadi terlalu sering.

Kapan Perlu ke Dokter?

Mimpi buruk perlu ditangani serius jika:

Baca Juga: 10 Cara Berhenti Jadi 'Musuh Terbesar' Bagi Diri Sendiri

  • Terjadi sangat sering.

  • Membuat takut tidur atau enggan istirahat.

  • Mengganggu fungsi harian.

  • Disertai gejala gangguan tidur, seperti napas berhenti (sleep apnea).

  • Ada riwayat trauma, kecemasan, atau depresi.

Saat konsultasi, catat frekuensi mimpi, tema mimpi, pola tidur, konsumsi obat, hingga kondisi emosional yang dialami. Data ini akan membantu dokter atau psikolog memahami penyebabnya.

Cara Mencegah Mimpi Buruk

Beberapa langkah pencegahan sederhana bisa membantu tidur lebih nyenyak:

  • Pertahankan rutinitas tidur yang konsisten.

  • Ciptakan kamar tidur yang nyaman, sejuk, dan tenang.

  • Hindari konten menakutkan sebelum tidur.

  • Rutin berolahraga, tapi hindari olahraga berat menjelang tidur.

  • Lakukan teknik relaksasi atau meditasi malam.

  • Kelola stres secara rutin, misalnya lewat konseling atau berbagi cerita.

Mimpi buruk memang menakutkan, tapi bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi. Dengan mengenali penyebabnya, memperbaiki kebiasaan tidur, serta mengelola emosi, frekuensinya bisa berkurang.

Bila mimpi buruk terlalu sering dan mulai mengganggu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Laporan: Marina Yeremin Sindika Sari/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.