Kelebihan Zat Besi Bisa Merusak Organ Tubuh, Waspadai Konsumsinya

AKURAT.CO Asupan zat besi memang penting untuk menjaga kesehatan, terutama dalam membantu pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Namun, tidak sedikit orang yang belum memahami bahwa kelebihan zat besi justru dapat berakibat buruk.
Jika kadar zat besi terlalu tinggi, tubuh akan menyimpannya secara berlebihan dan menimbulkan gangguan pada organ vital.
Kesadaran masyarakat mengenai bahaya kelebihan zat besi masih relatif rendah, padahal kondisi ini bisa terjadi akibat pola makan maupun penggunaan suplemen tanpa pengawasan dokter.
Baca Juga: SGM Eksplor Ajak Bunda Indonesia Optimalkan Zat Besi, Dukung Kepintaran Anak
Dampak Zat Besi Berlebih
Kelebihan zat besi dapat menyebabkan akumulasi pada organ hati sehingga memicu peradangan hingga sirosis.
Selain itu, penumpukan zat besi di jantung bisa mengganggu irama detak jantung dan meningkatkan risiko gagal jantung. Dalam kondisi parah, zat besi yang menumpuk di pankreas juga dapat merusak fungsi insulin, sehingga memicu diabetes tipe 2.
Dampak ini sering kali muncul secara perlahan dan baru disadari setelah terjadi kerusakan organ yang cukup berat.
Risiko Kesehatan yang Harus Diwaspadai
Kadar zat besi yang terlalu tinggi bisa memicu kelelahan kronis, nyeri sendi, hingga gangguan fungsi reproduksi.
Gejala awal yang ringan sering kali diabaikan, padahal menjadi sinyal awal adanya penumpukan zat besi. Jika dibiarkan, risiko penyakit degeneratif akan semakin besar.
Selain itu, tubuh dengan kadar zat besi berlebih juga lebih rentan mengalami stres oksidatif, yang berakibat pada kerusakan sel dalam jangka panjang.
Baca Juga: Peran Mpasi dalam Mencegah Anemia Defisiensi Zat Besi pada Bayi
Cara Mengontrol Asupan Zat Besi
Untuk mencegah penumpukan zat besi, penting bagi masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Mengurangi konsumsi daging merah berlebih, menghindari minuman beralkohol, dan tidak mengkonsumsi suplemen zat besi tanpa indikasi medis merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Pemeriksaan laboratorium untuk mengukur kadar ferritin dalam darah sangat dianjurkan bagi orang yang berisiko.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan pemeriksaan rutin, tubuh tetap sehat tanpa berisiko mengalami kerusakan organ akibat zat besi berlebih.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









