Akurat
Pemprov Sumsel

Penyebab Tertinggi Disabilitas di Indonesia Menurut SKI 2023: Penyakit Masih Jadi Faktor Utama

Naufal Lanten | 13 Januari 2026, 16:35 WIB
Penyebab Tertinggi Disabilitas di Indonesia Menurut SKI 2023: Penyakit Masih Jadi Faktor Utama

AKURAT.CO Angka disabilitas bukan sekadar statistik kesehatan. Di baliknya, ada gambaran tentang kualitas hidup, akses layanan kesehatan, kesiapan lingkungan sosial, hingga dampak ekonomi jangka panjang. Di Indonesia, persoalan ini makin relevan setelah Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 memetakan secara rinci apa saja penyebab utama disabilitas pada penduduk.

Lalu, apa penyebab tertinggi disabilitas di Indonesia menurut SKI 2023? Jawabannya cukup tegas: penyakit, terutama penyakit tidak menular, masih menjadi faktor dominan.

Disabilitas dalam Perspektif Global dan Nasional

United Nations mendefinisikan disabilitas sebagai dampak dari interaksi antara kondisi kesehatan seseorang dengan lingkungannya. Artinya, disabilitas tidak hanya soal gangguan medis, tetapi juga bagaimana lingkungan sosial, infrastruktur, dan sistem pendukung merespons kondisi tersebut.

Di Indonesia, definisi resmi disabilitas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Disabilitas dimaknai sebagai keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang berlangsung lama, sehingga seseorang mengalami hambatan untuk berpartisipasi secara penuh dan setara dalam kehidupan bermasyarakat.

Berdasarkan definisi tersebut, penyandang disabilitas dikelompokkan ke dalam empat tipe utama: disabilitas fisik, intelektual, mental, dan sensorik.

Gambaran Umum Disabilitas di Indonesia Tahun 2023

Hasil SKI 2023 mencatat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa, atau sekitar 8,5% dari total penduduk. Mayoritas berada pada kelompok usia lanjut, seiring meningkatnya risiko penyakit kronis seiring bertambahnya usia.

Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa isu disabilitas bukan persoalan kelompok kecil, melainkan isu kesehatan masyarakat yang berdampak luas, baik secara sosial maupun ekonomi.

Penyebab Tertinggi Disabilitas di Indonesia: Penyakit Dominan

Berdasarkan data SKI 2023 yang dirangkum GoodStats, penyakit menjadi penyebab utama disabilitas, terutama pada penduduk usia di atas 15 tahun. Kontribusinya mencapai 59,1% terhadap disabilitas seperti gangguan melihat, mendengar, dan berjalan.

Yang lebih mengkhawatirkan, dari total penyakit penyebab disabilitas tersebut, 53,5% berasal dari penyakit tidak menular (PTM). Artinya, lebih dari separuh kasus disabilitas dipicu oleh penyakit kronis yang sebenarnya dapat dicegah atau dikendalikan sejak dini.

Jenis Penyakit yang Paling Banyak Menyebabkan Disabilitas

Data SKI 2023 juga memperlihatkan jenis penyakit yang paling berkontribusi terhadap terjadinya disabilitas di Indonesia. Dua nama paling menonjol adalah hipertensi dan diabetes.

Hipertensi menempati posisi teratas dengan kontribusi 22,2%, disusul diabetes sebesar 10,5%. Kedua penyakit ini dikenal sebagai “silent killer” karena sering berkembang tanpa gejala jelas, namun dampaknya serius dan jangka panjang.

Hipertensi memiliki keterkaitan erat dengan penyakit serebrovaskular, seperti stroke, yang berisiko menyebabkan disabilitas permanen. Sementara diabetes berkontribusi besar terhadap berbagai komplikasi, mulai dari gangguan penglihatan, kerusakan saraf, hingga amputasi.

Tren PTM yang Terus Meningkat dalam 30 Tahun Terakhir

Studi Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) tahun 2019 menunjukkan bahwa penyakit jantung iskemik dan penyakit serebrovaskular menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Keduanya erat kaitannya dengan hipertensi dan diabetes.

Dalam kurun waktu 30 tahun terakhir, prevalensi hipertensi meningkat dari 11,2% pada 1990 menjadi 13,5% pada 2019. Sementara prevalensi diabetes naik dari 4,1% menjadi 6,2% pada periode yang sama. Tren ini menjelaskan mengapa PTM kini menjadi penyumbang terbesar disabilitas.

Dampak Ekonomi Disabilitas akibat Penyakit Tidak Menular

Masalah disabilitas tidak berhenti pada aspek kesehatan. Penyakit tidak menular juga membawa beban ekonomi yang sangat besar. World Economic Forum memperkirakan Indonesia berpotensi mengalami kerugian ekonomi hingga 4,47 triliun dolar AS sepanjang 2012–2030 akibat PTM.

Beban tersebut berasal dari meningkatnya biaya perawatan kesehatan, hilangnya produktivitas tenaga kerja, hingga kematian dini. Pada level individu dan rumah tangga, PTM meningkatkan risiko pengeluaran katastropik akibat biaya pengobatan yang tidak terduga.

Di bawah Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), belanja untuk penyakit katastropik pada 2021 mencapai 17,92 triliun rupiah, atau sekitar 20% dari total pengeluaran layanan kesehatan nasional.

Distribusi Jenis Disabilitas di Indonesia Menurut SKI 2023

SKI 2023 juga mencatat jenis disabilitas yang paling banyak dialami masyarakat. Disabilitas penglihatan menempati urutan pertama dengan prevalensi 0,6% dari total sampel tertimbang penduduk usia satu tahun ke atas.

Provinsi dengan angka disabilitas penglihatan tertinggi adalah Papua Pegunungan, disusul Papua Tengah dan Sulawesi Selatan. Sementara itu, disabilitas berjalan dan pendengaran masing-masing tercatat sebesar 0,4%, dengan konsentrasi tinggi di wilayah Papua dan DI Yogyakarta.

Data ini menunjukkan adanya ketimpangan wilayah yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan layanan kesehatan dan aksesibilitas.

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Bansos Tepat Sasaran: Lansia dan Disabilitas Dapat Layanan Khusus”

Baca Juga: UU KUHAP Cermin Kesetaraan di Mata Hukum dan Jaminan Perlindungan Disabilitas

Akses Alat Bantu dan Tantangan Nyata di Lapangan

Dari sisi dukungan, lebih dari 50% penyandang disabilitas menggunakan alat bantu berjalan pada 2023. Namun, penggunaan alat bantu lihat dan dengar masih relatif rendah, masing-masing 11,7% dan 4,1%.

Angka ini mencerminkan masih adanya tantangan dalam akses, ketersediaan, maupun pemanfaatan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Upaya Negara dalam Menekan Dampak Disabilitas

“Penanggulangan terhadap angka disabilitas memerlukan intervensi dari negara untuk memastikan penyandang disabilitas menjadi kelompok yang tidak ditinggalkan dalam pembangunan,” merupakan pernyataan dr. Ellyana Sungkar dalam Kementerian Kesehatan RI.

Pemerintah mendorong penerapan rehabilitasi medik untuk meningkatkan kemampuan fungsional penyandang disabilitas, sekaligus mencegah perburukan kondisi. Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga berupaya meningkatkan aksesibilitas fasilitas publik, mulai dari huruf braille di lift, ramp dan rail, hingga pintu otomatis dan toilet ramah disabilitas.

Kesimpulan: Penyakit Tidak Menular Jadi Kunci Persoalan

Berdasarkan SKI 2023, penyebab tertinggi disabilitas di Indonesia adalah penyakit, dengan dominasi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Tren peningkatan PTM selama puluhan tahun terakhir membuat isu ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Pengendalian PTM, deteksi dini, perubahan gaya hidup, serta penguatan sistem rehabilitasi menjadi kunci untuk menekan angka disabilitas ke depan. Tanpa itu, beban sosial dan ekonomi akibat disabilitas akan terus membesar.

Kalau kamu tertarik mengikuti perkembangan isu kesehatan masyarakat dan kebijakan nasional lainnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Perempuan Disabilitas Rentan Mengalami Pelecehan Seksual Melalui Teknologi

Baca Juga: OJK Luncurkan Buku Literasi Keuangan Ramah Disabilitas

FAQ

Apa penyebab tertinggi disabilitas di Indonesia menurut SKI 2023?

Penyebab tertinggi disabilitas di Indonesia menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 adalah penyakit, dengan kontribusi sekitar 59,1% terhadap disabilitas seperti gangguan melihat, mendengar, dan berjalan pada penduduk usia di atas 15 tahun.

Penyakit apa yang paling banyak menyebabkan disabilitas di Indonesia?

Jenis penyakit yang paling banyak menyebabkan disabilitas adalah hipertensi dan diabetes. Hipertensi menyumbang sekitar 22,2%, sementara diabetes sekitar 10,5% dari total penyakit penyebab disabilitas.

Mengapa penyakit tidak menular berperan besar terhadap disabilitas?

Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes berkembang secara perlahan dan sering tanpa gejala awal. Jika tidak terkontrol, PTM dapat menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gangguan penglihatan, dan kerusakan saraf yang berujung pada disabilitas jangka panjang.

Berapa jumlah penyandang disabilitas di Indonesia?

Pada 2023, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa, atau sekitar 8,5% dari total penduduk, dengan mayoritas berada pada kelompok usia lanjut.

Apa jenis disabilitas yang paling banyak dialami di Indonesia?

Disabilitas penglihatan menjadi yang paling banyak dialami, dengan prevalensi sekitar 0,6% dari total sampel SKI 2023. Disusul disabilitas berjalan dan pendengaran yang masing-masing sekitar 0,4%.

Provinsi mana yang memiliki prevalensi disabilitas tertinggi?

Beberapa provinsi dengan prevalensi disabilitas tertinggi antara lain Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Sulawesi Selatan, khususnya untuk disabilitas penglihatan, berjalan, dan pendengaran.

Apa dampak ekonomi dari disabilitas akibat penyakit tidak menular?

Disabilitas akibat PTM berdampak besar terhadap ekonomi karena meningkatkan biaya perawatan kesehatan, menurunkan produktivitas, dan memicu kematian dini. Indonesia diperkirakan berpotensi mengalami kerugian ekonomi hingga 4,47 triliun dolar AS akibat PTM dalam periode 2012–2030.

Bagaimana peran JKN dalam pembiayaan penyakit penyebab disabilitas?

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), belanja untuk penyakit katastropik pada 2021 mencapai 17,92 triliun rupiah, atau sekitar 20% dari total pengeluaran layanan kesehatan nasional, menunjukkan besarnya beban pembiayaan penyakit kronis.

Apa upaya pemerintah dalam menekan angka disabilitas?

Pemerintah mendorong rehabilitasi medik untuk meningkatkan kemampuan fungsional penyandang disabilitas, serta memperbaiki aksesibilitas fasilitas publik seperti penyediaan ramp, huruf braille, pintu otomatis, dan fasilitas ramah disabilitas lainnya.

Apakah disabilitas selalu disebabkan oleh kondisi medis?

Tidak selalu. Menurut United Nations, disabilitas merupakan hasil interaksi antara kondisi kesehatan dan lingkungan. Lingkungan yang tidak ramah disabilitas dapat memperberat keterbatasan yang dialami seseorang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.