Akurat
Pemprov Sumsel

GERD Sering Dianggap Sepele, Makanan Cepat Saji Bisa Jadi Pemicu Utama

Redaksi Akurat | 24 Maret 2026, 23:25 WIB
GERD Sering Dianggap Sepele, Makanan Cepat Saji Bisa Jadi Pemicu Utama
Ilustrasi penderita GERD.

AKURAT.CO Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian.

Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji justru menjadi salah satu pemicu utamanya.

Artikel ini akan membantu kamu mengenali jenis makanan cepat saji yang berisiko bagi penderita GERD, sekaligus langkah praktis untuk mengontrol gejalanya agar tidak sering kambuh.

Apa Itu GERD dan Mengapa Bisa Kambuh?

GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), perut kembung, mual, hingga tenggorokan terasa asam.

Salah satu penyebab utama GERD adalah pola makan tinggi lemak, gula, dan garam—yang banyak ditemukan dalam makanan cepat saji.

Jenis Makanan Cepat Saji yang Berisiko Picu GERD

Beberapa makanan cepat saji mengandung lemak, minyak, dan bahan tambahan tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, di antaranya:

1. Gorengan Cepat Saji

(misalnya fried chicken, kentang goreng, nugget)

  • Tinggi lemak jenuh dan minyak trans yang memperlambat pencernaan

  • Lemak berlebih dapat melemahkan katup lambung sehingga asam mudah naik

Baca Juga: Pantangan Setelah Sembuh dari DBD: Ini yang Harus Dihindari agar Tidak Kambuh

2. Burger dan Hotdog

  • Daging olahan mengandung lemak tinggi dan bahan pengawet

  • Saus seperti mayones dan mustard dapat memperparah iritasi lambung

3. Pizza dan Pasta Berlemak

  • Keju dan daging berlemak memicu produksi asam berlebih

  • Saus tomat yang asam bisa memperparah sensasi terbakar di dada

4. Minuman Soda dan Kopi Instan Manis

  • Karbonasi meningkatkan tekanan dalam lambung

  • Kafein dapat melemahkan otot esofagus bagian bawah

5. Makanan Pedas dan Asam

  • Cabai, saus sambal, atau cuka bisa mengiritasi lambung

  • Pada penderita GERD, makanan ini dapat memicu gejala secara cepat

Langkah Praktis Mengurangi Risiko GERD

Jika kamu masih sering mengonsumsi makanan cepat saji, beberapa langkah berikut bisa membantu mencegah gejala memburuk:

  • Batasi makanan berlemak tinggi
    Pilih menu panggang (grilled) atau kukus dibanding gorengan

  • Hindari makan menjelang tidur
    Beri jeda 2–3 jam sebelum berbaring

  • Perbanyak minum air putih
    Membantu menetralkan asam lambung

  • Kunyah makanan perlahan
    Membantu proses pencernaan lebih optimal

  • Kenali makanan pemicu pribadi
    Setiap orang bisa memiliki pemicu GERD yang berbeda

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini Tanda-tanda Tipes Berat yang Bisa Membahayakan Nyawa

Fakta: Pola Makan Cepat Saji Tingkatkan Risiko GERD

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Gastroenterology (2021) menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga kali seminggu memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala GERD dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Hal ini menegaskan pentingnya menjaga pola makan untuk kesehatan lambung dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Makanan cepat saji seperti gorengan, burger, pizza, dan minuman bersoda dapat memperburuk GERD karena kandungan lemak, gula, dan asam yang tinggi.

Namun, langkah sederhana seperti mengatur porsi, memilih makanan yang lebih sehat, dan menjaga pola makan bisa sangat membantu mencegah gejala kambuh.

Ingat, menjaga pola makan bukan berarti berhenti menikmati makanan enak—tetapi memahami kapan dan seberapa sering kamu boleh mengonsumsinya.

Laporan: Marshal Halim/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.