GERD Sering Dianggap Sepele, Makanan Cepat Saji Bisa Jadi Pemicu Utama

AKURAT.CO Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD kerap dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas harian.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji justru menjadi salah satu pemicu utamanya.
Artikel ini akan membantu kamu mengenali jenis makanan cepat saji yang berisiko bagi penderita GERD, sekaligus langkah praktis untuk mengontrol gejalanya agar tidak sering kambuh.
Apa Itu GERD dan Mengapa Bisa Kambuh?
GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup antara lambung dan esofagus.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn), perut kembung, mual, hingga tenggorokan terasa asam.
Salah satu penyebab utama GERD adalah pola makan tinggi lemak, gula, dan garam—yang banyak ditemukan dalam makanan cepat saji.
Jenis Makanan Cepat Saji yang Berisiko Picu GERD
Beberapa makanan cepat saji mengandung lemak, minyak, dan bahan tambahan tinggi yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, di antaranya:
1. Gorengan Cepat Saji
(misalnya fried chicken, kentang goreng, nugget)
Tinggi lemak jenuh dan minyak trans yang memperlambat pencernaan
Lemak berlebih dapat melemahkan katup lambung sehingga asam mudah naik
Baca Juga: Pantangan Setelah Sembuh dari DBD: Ini yang Harus Dihindari agar Tidak Kambuh
2. Burger dan Hotdog
Daging olahan mengandung lemak tinggi dan bahan pengawet
Saus seperti mayones dan mustard dapat memperparah iritasi lambung
3. Pizza dan Pasta Berlemak
Keju dan daging berlemak memicu produksi asam berlebih
Saus tomat yang asam bisa memperparah sensasi terbakar di dada
4. Minuman Soda dan Kopi Instan Manis
Karbonasi meningkatkan tekanan dalam lambung
Kafein dapat melemahkan otot esofagus bagian bawah
5. Makanan Pedas dan Asam
Cabai, saus sambal, atau cuka bisa mengiritasi lambung
Pada penderita GERD, makanan ini dapat memicu gejala secara cepat
Langkah Praktis Mengurangi Risiko GERD
Jika kamu masih sering mengonsumsi makanan cepat saji, beberapa langkah berikut bisa membantu mencegah gejala memburuk:
Batasi makanan berlemak tinggi
Pilih menu panggang (grilled) atau kukus dibanding gorenganHindari makan menjelang tidur
Beri jeda 2–3 jam sebelum berbaringPerbanyak minum air putih
Membantu menetralkan asam lambungKunyah makanan perlahan
Membantu proses pencernaan lebih optimalKenali makanan pemicu pribadi
Setiap orang bisa memiliki pemicu GERD yang berbeda
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Ini Tanda-tanda Tipes Berat yang Bisa Membahayakan Nyawa
Fakta: Pola Makan Cepat Saji Tingkatkan Risiko GERD
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Gastroenterology (2021) menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari tiga kali seminggu memiliki risiko dua kali lipat mengalami gejala GERD dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Hal ini menegaskan pentingnya menjaga pola makan untuk kesehatan lambung dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Makanan cepat saji seperti gorengan, burger, pizza, dan minuman bersoda dapat memperburuk GERD karena kandungan lemak, gula, dan asam yang tinggi.
Namun, langkah sederhana seperti mengatur porsi, memilih makanan yang lebih sehat, dan menjaga pola makan bisa sangat membantu mencegah gejala kambuh.
Ingat, menjaga pola makan bukan berarti berhenti menikmati makanan enak—tetapi memahami kapan dan seberapa sering kamu boleh mengonsumsinya.
Laporan: Marshal Halim/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










