APL Soroti Tantangan Akses dan Distribusi Kesehatan Jelang Hari Kesehatan Sedunia

AKURAT.CO PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menilai akses layanan kesehatan masih jadi tantangan meski Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjangkau lebih dari 98 persen penduduk.
Perusahaan bagian dari Zuellig Pharma ini menekankan pentingnya distribusi, inovasi dan kolaborasi.
Dalam menjelang Hari Kesehatan Sedunia pada 7 April, APL menekankan pentingnya sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Perusahaan juga menyoroti kenaikan penyakit tidak menular sebagai tekanan tambahan bagi sistem kesehatan.
"Kami percaya bahwa setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas," ujar Christophe Piganiol selaku Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari, saat bincang media yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Ia menambahkan, upaya itu mencakup penguatan rantai pasok, akses inovasi medis dan kemitraan lintas pihak. Ia menyebut kerja sama dengan mitra global dilakukan untuk membawa keahlian dan praktik terbaik ke Indonesia.
Distribusi dan Teknologi Jadi Fokus
APL menilai distribusi jadi kunci agar layanan kesehatan menjangkau seluruh wilayah. Perusahaan mengandalkan pusat distribusi nasional dengan pemantauan suhu real-time dan teknologi rantai dingin seperti eZCooler untuk menjaga kualitas produk.
Baca Juga: Klaim Kesehatan Usai Lebaran 2025 Melonjak, Hipertensi Kategori Tertinggi
Selain itu, sistem digital dan analitik digunakan untuk mengelola stok dan distribusi secara lebih presisi. Standar Good Distribution Practice (GDP) dan sertifikasi ISO 9001:2015 juga diterapkan untuk memastikan kualitas layanan distribusi tetap terjaga.
Kenaikan kasus penyakit tidak menular seperti kardiovaskular, diabetes dan kanker mendorong kebutuhan terapi inovatif. APL menyebut lebih dari 22.000 tenaga kesehatan telah mengikuti program edukasi yang difasilitasi perusahaan.
Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan terapi serta mempercepat adopsi inovasi medis di Indonesia. Selain itu, APL juga terlibat dalam dukungan uji klinis guna menjembatani kebutuhan pasar lokal dengan inovasi global.
Program Sosial dan Pengembangan Talenta
Sepanjang 2025, APL menjalankan puluhan program kesehatan, termasuk vaksinasi, pemeriksaan kesehatan dan edukasi masyarakat. Program tersebut menjangkau ribuan penerima manfaat, serta melibatkan masyarakat dalam peningkatan literasi kesehatan.
Di sisi lain, perusahaan juga mendorong pengembangan talenta melalui kompetisi inovasi yang melibatkan puluhan perguruan tinggi. Program edukasi seperti APL Mengajar turut menyasar siswa untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan sejak dini.
"Kami melihat transformasi kesehatan sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan," kata Christophe.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, industri dan pemangku kepentingan lain menjadi kunci untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh. Upaya ini juga dinilai penting untuk mendukung target pembangunan jangka panjang Indonesia menuju 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









