Akurat
Pemprov Sumsel

Bayer dan Pipeline Dorong Pertumbuhan Farmasi di Masa Depan

Wahyu SK | 11 April 2026, 19:57 WIB
Bayer dan Pipeline Dorong Pertumbuhan Farmasi di Masa Depan
Bayer berada di jalur yang tepat untuk kembali bertumbuh di kisaran menengah satu digit mulai 2027. (Bayer)

AKURAT.CO Bayer menyiapkan fokus berkelanjutan pada prioritas sains dan bisnis sebagai penggerak utama target pertumbuhan perusahaan menuju 2030.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Manajemen Bayer AG sekaligus Presiden Divisi Farmasi, Stefan Oelrich, Dalam acara Bayer Pharma Media Day 2026, yang digelar di Berlin.

"Dengan fokus yang tak tergoyahkan pada prioritas strategis dan ketelitian ilmiah, kami mulai melihat hasil dari strategi transformasi yang kami jalankan untuk mendorong pertumbuhan," kata Stefan, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Berkat portofolio farmasi terkuat yang pernah dimiliki, Pipeline multimodal dan model operasional yang semakin didukung kecerdasan buatan (AI), Bayer berada di jalur yang tepat untuk kembali bertumbuh di kisaran menengah satu digit mulai 2027. Serta memperluas margin mulai 2028 hingga mencapai 30 persen pada 2030.

Baca Juga: Bayer Dukung Petani Jateng Tingkatkan Hasil Panen Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia

Lima Katalis Pertumbuhan untuk Memacu Kinerja Farmasi di Dekade Mendatang

Christine Roth, Executive Vice President Global Head of Product Strategy and Commercialization, serta Anggota Pharmaceuticals Leadership Team Bayer, menyampaikan bahwa pihaknya bertekad menjadi yang pertama atau terbaik di kelasnya karena pasien berhak mendapatkan yang terbaik.

"Keputusan-keputusan berani yang kami ambil dalam beberapa tahun terakhir, didukung oleh tim yang mumpuni, dan telah terbukti mempercepat inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi pasien maupun bagi Bayer," jelasnya.

Revitalisasi Pipeline Jadi Motor Pertumbuhan Masa Depan

Strategi ketat untuk merevitalisasi pipeline melalui aset-aset yang inovatif dan terdiferensiasi mulai menunjukkan potensinya, tercermin dari kinerja rekor pada 2025, tiga persetujuan produk baru, dua perluasan indikasi untuk penggerak pertumbuhan, serta enam hasil positif uji klinis Fase III.

Pada 2026, Bayer menargetkan sejumlah tonggak penting yang kian memvalidasi strategi impact by innovation. Termasuk pengobatan presisi di area inti kardiovaskular dan onkologi, terapi sel dan gen regeneratif serta pencitraan molekuler.

Kemajuan dalam Pengembangan Obat Presisi (Onkologi)

Obat molekul kecil (small molecule) tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghadirkan terapi berdampak tinggi karena mudah diakses, dapat diprediksi, dan dapat diskalakan secara global.

Pihaknya juga tengah mengembangkan terapi oral untuk kanker dan penyakit imunologi yang menargetkan pendorong penyakit yang sebelumnya dianggap tidak dapat ditargetkan obat (undruggable), yang dimungkinkan oleh platform skrining kemoproteomik.

Dengan tiga molekul yang dikembangkan secara internal kini berada dalam pengembangan klinis, pihaknya berfokus mewujudkan pekerjaan ini menjadi obat-obatan baru yang berpotensi mentransformasi bagi pasien.

Portofolio Terapi Gen dan Sel dengan Potensi Dampak Transformatif bagi Pasien

Baca Juga: Bayer Pharmaceuticals Proyeksikan Pengembangan dan Peluncuran Obat-obat Unggulan

Terapi Gen

Dengan menggabungkan platform Adeno-Associated Virusterintegrasi milik AskBio mulai dari inovasi kapsid hingga manufaktur dengan kapabilitas pengembangan dan operasional global Bayer, pihaknya sedang bekerja untuk mengembangkan obat-obatan yang berpotensi mentransformasi kehidupan pasien, baik pada penyakit langka maupun penyakit yang lebih umum.

Terapi Sel

Untuk penyakit yang ditandai dengan kehilangan sel yang tidak dapat dipulihkan, pengobatan regeneratif menawarkan pendekatan yang secara mendasar baru. Pihaknya membawa terapi sel baru ke tahap pengembangan klinis, disertai manufaktur yang dapat diskalakan dan dapat direproduksi.

Memajukan Inovasi di Bidang Pencitraan Medis (Medical Imaging)

Pencitraan medis berkembang pesat menjadi semakin personal dan semakin terintegrasi dalam perjalanan perawatan pasien.

Bayer pun memelopori inovasi yang mendorong evolusi ini, mulai dari agen kontras dosis rendah dan alur kerja yang lebih cerdas serta terhubung, hingga pendekatan molekuler yang baru.

Dengan memungkinkan diagnosis yang lebih dini dan lebih akurat, Bayer memberdayakan klinisi untuk memilih terapi yang tepat dan meningkatkan perawatan bagi pasien.

Mendongkrak Produktivitas R&D melalui Sinergi AI Internal dan Kemitraan Strategis

Ambisi Bayer adalah memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas R&D hingga 40 persen pada 2030.

Dengan mengintegrasikan arsitektur platform AI dengan data berorientasi pasien yang telah dianonimkan, para ilmuwan data di Bayer dapat memaksimalkan portofolio biologis internal, memvalidasi model AI, dan menskalakan solusi yang pada akhirnya mempercepat penemuan obat.

Kemitraan strategis Bayer dengan organisasi seperti Vanderbilt University Medical Center di AS, FinnGen di Finlandia, dan PRECISE di Singapura memanfaatkan ekosistem global yang menggabungkan data anonim dan analitik berbasis AI, sehingga mempercepat penemuan obat di area-area penting seperti penyakit kardiovaskular dan ginjal.

Bayer juga baru-baru ini menandatangani kemitraan dengan Cradle, perusahaan dengan platform yang dirancang untuk mempersingkat lini masa pengembangan serta mendorong molekul berkualitas lebih tinggi ke tahap pengembangan klinis dengan kecepatan dan presisi yang lebih besar.

Di seluruh rantai nilainya, AI semakin menjadi bagian integral dari operasional Bayer. Mulai dari perencanaan menyeluruh (end to end) lintas produk dan pasar di seluruh dunia hingga rangkaian perangkat generasi baru berbasis agen (agentic tools), karyawan diberdayakan dengan cara kerja yang didukung AI.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK