Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Self Healing yang Benar: Bukan Sekadar Pelarian, tapi Proses Pemulihan Diri

Redaksi Akurat | 17 April 2026, 00:00 WIB
Cara Self Healing yang Benar: Bukan Sekadar Pelarian, tapi Proses Pemulihan Diri
Ilustrasi self healing.

AKURAT.CO Di tengah kesibukan dan tekanan hidup sehari-hari, menjaga kesehatan mental menjadi semakin penting. Salah satu cara yang kini populer dilakukan adalah self healing.

Namun, tidak sedikit yang masih salah memahami konsep ini. Lalu, bagaimana cara melakukan self healing yang benar agar benar-benar bermanfaat?

Apa Itu Self Healing?

Self healing adalah proses memulihkan kondisi mental, emosional, bahkan fisik secara mandiri.

Tujuannya bukan untuk menghindari masalah, melainkan memahami, menerima, dan mengelola emosi dengan lebih baik.

Perlu dipahami, self healing berbeda dari sekadar hiburan sesaat.

Jika hanya memberi rasa nyaman sementara tanpa menyentuh akar masalah, itu belum bisa disebut sebagai proses penyembuhan yang utuh.

1. Kenali dan Terima Perasaan

Langkah pertama dalam self healing adalah jujur pada diri sendiri.

Akui perasaan yang sedang dialami, baik itu sedih, marah, maupun kecewa. Menekan emosi justru dapat memperburuk kondisi mental.

Menerima emosi adalah bagian penting dari proses pemulihan.

Baca Juga: Usut Tuntas Korupsi CSR, KPK Periksa Dua Pejabat Bank Indonesia

2. Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Di tengah rutinitas, penting untuk menyediakan waktu khusus bagi diri sendiri (me time).

Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, mendengarkan musik, atau menulis jurnal dapat membantu menenangkan pikiran.

3. Lakukan Aktivitas yang Menenangkan

Beberapa aktivitas terbukti efektif membantu proses self healing, seperti:

  • Meditasi atau latihan pernapasan

  • Olahraga ringan seperti yoga

  • Menghabiskan waktu di alam

Aktivitas ini dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan suasana hati.

4. Batasi Paparan Hal Negatif

Terlalu sering terpapar berita negatif atau media sosial dapat memicu kecemasan.

Cobalah membatasi penggunaan gadget dan fokus pada hal-hal yang lebih positif serta menenangkan.

5. Bangun Pola Hidup Sehat

Kesehatan mental tidak terlepas dari kondisi fisik. Pastikan tubuh tetap terjaga dengan:

  • Tidur yang cukup

  • Konsumsi makanan bergizi

  • Rutin berolahraga

Tubuh yang sehat akan membantu pikiran menjadi lebih stabil.

6. Berbicara dengan Orang Terpercaya

Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, seperti teman atau keluarga, dapat menjadi cara efektif untuk melepaskan beban pikiran. Dukungan sosial sangat penting dalam proses pemulihan.

7. Cari Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika kondisi mental terasa semakin berat, tidak ada salahnya mencari bantuan profesional seperti psikolog. Self healing bukan berarti harus dilakukan sendirian tanpa bantuan.

Baca Juga: Kolumnis Al Jazeera: Paus Ajarkan Dunia Cara Melawan Trump Tanpa Rasa Takut!

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa hal yang sering disalahartikan sebagai self healing antara lain:

  • Menghindari masalah tanpa menyelesaikannya

  • Melampiaskan emosi secara berlebihan

  • Bergantung pada hal instan seperti belanja berlebihan

Padahal, self healing yang benar adalah proses yang sadar dan bertahap.

Self healing merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Proses ini mencakup mengenali emosi, meluangkan waktu untuk diri sendiri, hingga menjaga pola hidup sehat.

Ingat, self healing bukan tentang lari dari masalah, melainkan tentang menjadi lebih kuat dalam menghadapinya.

Dengan konsistensi dan kesadaran diri, kondisi mental yang lebih sehat dan seimbang dapat tercapai.

Laporan: Dinda Nur Syafitri/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.