Akurat
Pemprov Sumsel

Mengapa Milenial Terlihat Lebih Awet Muda dari Gen Z? Ini Penjelasan Ahli

Herry Supriyatna | 20 April 2026, 12:44 WIB
Mengapa Milenial Terlihat Lebih Awet Muda dari Gen Z? Ini Penjelasan Ahli
Medical Director & Founder Altruva Aesthetic Clinic, Dr. Olivia Aldisa.

AKURAT.CO Fenomena menarik belakangan ini menunjukkan bahwa sebagian generasi milenial justru tampak lebih awet muda dibandingkan generasi yang lebih muda, yakni Gen Z.

Perbedaan ini bukan sekadar persepsi, tetapi dipengaruhi oleh gaya hidup, pola konsumsi, hingga cara merawat diri.

Medical Director & Founder Altruva Aesthetic Clinic, Dr. Olivia Aldisa, menjelaskan bahwa faktor utama yang membedakan kedua generasi ini terletak pada lifestyle atau gaya hidup sehari-hari.

Menurutnya, milenial merupakan generasi transisi yang pernah merasakan hidup tanpa ketergantungan penuh pada gadget.

Mereka terbiasa dengan aktivitas fisik seperti bermain di luar rumah, yang secara tidak langsung membentuk pola hidup lebih aktif.

“Sementara Gen Z sejak awal sudah hidup dalam era digital. Banyak hal serba instan, dari transportasi hingga makanan, yang membuat aktivitas fisik berkurang,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Kemudahan teknologi, lanjutnya, turut membentuk kebiasaan Gen Z yang cenderung lebih pasif, seperti scrolling media sosial dalam waktu lama. Hal ini berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, termasuk kondisi kulit.

Baca Juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 162: Perbedaan Puisi dan Cerpen Lengkap

Dr. Olivia menekankan bahwa gaya hidup berkontribusi besar terhadap proses penuaan.

Bahkan, ia menyebut hingga 90 persen proses penuaan dipengaruhi oleh pilihan hidup sehari-hari, seperti pola makan, aktivitas fisik, hingga paparan lingkungan.

“Setiap hari kita terpapar makanan, polusi, dan kebiasaan lain. Itu semua membentuk bagaimana kita menua,” jelasnya.

Dari sisi perawatan diri, perbedaan juga terlihat cukup signifikan.

Milenial cenderung lebih konservatif dan mindful dalam merawat kulit. Mereka fokus pada perawatan jangka panjang, bukan sekadar mengikuti tren.

Sebaliknya, Gen Z dinilai lebih terpapar tren kecantikan yang masif di media sosial.

Banyak dari mereka mencoba berbagai produk atau treatment yang sedang viral, tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan kondisi kulit.

“Kadang ingin mengikuti tren tertentu, seperti bentuk bibir atau tampilan wajah tertentu, padahal belum tentu cocok. Ini justru bisa membuat wajah terlihat lebih ‘berat’ atau bahkan lebih tua,” ungkapnya.

Selain itu, akses yang semakin mudah ke berbagai produk kecantikan—mulai dari brand global hingga toko kosmetik modern—juga membuat Gen Z lebih eksploratif, namun berisiko jika tidak diimbangi edukasi yang tepat.

Meski demikian, Dr. Olivia menegaskan bahwa faktor ekonomi juga berperan.

Milenial yang umumnya sudah lebih mapan secara finansial memiliki akses lebih besar terhadap gaya hidup sehat, seperti olahraga rutin hingga perawatan berkualitas.

Namun, ia menekankan bahwa tidak semua Gen Z mengalami hal yang sama. Sebagian dari mereka justru sudah mulai sadar pentingnya perawatan sejak dini.

Baca Juga: Guru sebagai Navigator atau Penonton di Era Digital (Bagian 2)

“Yang ideal sebenarnya adalah kombinasi: awareness sejak muda, tapi tetap bijak dan tidak berlebihan,” katanya.

Ia pun mengingatkan pentingnya edukasi, terutama bagi generasi muda, agar tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memahami kebutuhan tubuh dan kulit masing-masing.

Dengan pendekatan yang lebih mindful, baik milenial maupun Gen Z memiliki peluang yang sama untuk menjaga kesehatan dan tampil awet muda dalam jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.