Akurat Logo

Brawijaya Hospital Buka Layanan Terapi Stem Cell untuk Estetika dan Cedera Sendi

Winna Wandayani | 19 Juni 2026, 15:04 WIB
Brawijaya Hospital Buka Layanan Terapi Stem Cell untuk Estetika dan Cedera Sendi
Brawijaya Hospital Buka Layanan Terapi Stem Cell untuk Estetika dan Cedera Sendi (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Brawijaya Hospital meluncurkan Brawijaya Regenerative Stem Cell Center yang menyediakan terapi berbasis stem cell dan secretome. Layanan ini kini tersedia di seluruh jaringan rumah sakit Brawijaya Hospital untuk kebutuhan kesehatan dan estetika.

Stem cell atau sel induk merupakan sel yang memiliki kemampuan memperbarui diri serta berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu proses perbaikan jaringan yang rusak dan mengurangi peradangan secara alami.

Selain stem cell, pusat layanan tersebut juga menggunakan secretome, yaitu kumpulan zat aktif yang dihasilkan sel induk. Kandungan ini membawa berbagai faktor pertumbuhan yang berperan dalam proses regenerasi dan pemulihan jaringan tubuh.

Presiden Direktur Brawijaya Hospital Group, Devin Wirawan, mengatakan layanan ini menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi regeneratif dalam dunia medis. Menurutnya, pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien melalui proses penyembuhan di tingkat sel.

"Kami mengintegrasikan teknologi regeneratif tercanggih dengan satu misi: meningkatkan kualitas hidup pasien secara nyata melalui penyembuhan di tingkat seluler," ujar Devin, saat bincang media yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Di bidang estetika dan bedah plastik, terapi berbasis stem cell digunakan untuk mendukung peremajaan wajah, penanganan kebotakan, hingga pembentukan kontur wajah. Teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai terapi pendamping dalam proses penyembuhan luka bakar dan luka kronis.

Baca Juga: Bangga Jalani Terapi Stem Cell di Indonesia Bersama Prof Deby Vinski, Surya Paloh Pilih Celltech Stem Cell Centre

Dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika, dr. Tasya Anggrahita, mengatakan terapi stem cell menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dibanding sejumlah perawatan kulit. Menurutnya, terapi ini membantu regenerasi dan perbaikan jaringan pada tingkat sel.

Di bidang orthopedi, stem cell dimanfaatkan untuk membantu pemulihan berbagai cedera jaringan, mulai dari tendon hingga diskus tulang belakang. Terapi ini juga dinilai membuka peluang penanganan tanpa harus melalui operasi besar pada sejumlah kasus tertentu.

"Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit," kata dr. Auliya selaku dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dengan subspesialisasi panggul dan lutut.

Brawijaya Hospital menyatakan setiap pasien akan menjalani proses skrining sebelum mendapatkan terapi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tindakan yang diberikan sesuai dengan kondisi medis masing-masing pasien.

Dokter konselor stem cell, dr. Venty Muliana Sari Soeroso, menegaskan bahwa keamanan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap prosedur. Karena itu, setiap pasien harus menjalani evaluasi sebelum mendapatkan terapi.

"Setiap pasien menjalani evaluasi terlebih dahulu untuk memastikan terapi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya, seluruh proses dilakukan secara hati-hati," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.