Akurat Logo

10 Tanda-tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula yang Sering Diabaikan, Nomor 5 dan 6 Wajib Diwaspadai!

Putri Chandra | 25 Juni 2026, 21:44 WIB
10 Tanda-tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula yang Sering Diabaikan, Nomor 5 dan 6 Wajib Diwaspadai!
Ilustrasi, Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula. (OpenAI)

AKURAT.CO Kenali tanda-tanda tubuh yang terlalu banyak konsumsi gula, seperti makanan dan minuman manis yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Tubuh biasanya akan memberikan sejumlah sinyal sebagai peringatan bahwa asupan gula sudah terlalu tinggi.

Mulai dari mudah lapar, berat badan naik, hingga sering merasa lelah. Berikut tanda-tanda tubuh terlalu banyak konsumsi gula yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga: Dari Nol hingga 1,8 Juta Pengguna: The Genesis Tandai Babak Baru Pertumbuhan dan Kolaborasi Ekosistem FLOQ


Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula

1. Mudah Lapar dan Ingin Makan Manis Terus

Terlalu banyak gula dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat lalu turun kembali. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lapar.

2. Berat Badan Mudah Naik

Gula berlebih yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan sebagai lemak. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, berat badan bisa meningkat tanpa disadari.

3. Sering Merasa Lelah

Meski makanan manis bisa memberikan energi instan, efeknya biasanya tidak bertahan lama. Setelah kadar gula darah turun, tubuh justru terasa lemas.

4. Kulit Lebih Mudah Berjerawat

Konsumsi gula berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh dan meningkatkan produksi minyak pada kulit, sehingga jerawat lebih mudah muncul.

Baca Juga: Nama dr. Oky Pratama Terseret Pusaran Aliran Dana Kasus Pencemaran Nama Baik, Heni Sagara: Saya Kaget, Saya Lemas!

5. Sering Haus dan Buang Air Kecil

Kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat membuat tubuh menarik lebih banyak cairan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih sering haus dan buang air kecil dari biasanya.

6. Sulit Fokus dan Mudah Mengantuk

Lonjakan serta penurunan gula darah yang terjadi berulang dapat memengaruhi konsentrasi.

Banyak orang merasa sulit fokus atau mengantuk setelah mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar.

7. Gigi Mudah Bermasalah

Gula merupakan sumber makanan bagi bakteri di mulut. Jika terlalu sering mengonsumsi makanan manis tanpa menjaga kebersihan gigi, risiko gigi berlubang akan meningkat.

8. Perut Buncit

Asupan gula berlebih, terutama dari minuman manis, dapat mendorong penumpukan lemak di area perut sehingga lingkar pinggang menjadi lebih besar.

9. Mood Mudah Berubah

Kadar gula darah yang naik dan turun secara drastis dapat memengaruhi suasana hati. Seseorang bisa lebih mudah merasa lelah, gelisah, atau mudah marah.

10. Tekanan Darah dan Kolesterol Mulai Meningkat

Dalam jangka panjang, konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme yang berhubungan dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.


FAQ

1. Apakah makan gula setiap hari berbahaya?

Tidak selalu. Tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi. Namun, konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

2. Berapa batas konsumsi gula yang dianjurkan?

Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi gula maksimal sekitar 50 gram atau setara 4 sendok makan per hari.

3. Apakah minuman manis lebih berisiko dibanding makanan manis?

Ya. Minuman manis biasanya mengandung gula dalam jumlah tinggi dan lebih cepat diserap tubuh sehingga dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

4. Bagaimana cara mengurangi konsumsi gula?

Mulailah dengan mengurangi minuman manis, membaca label kandungan gula pada kemasan, memperbanyak konsumsi air putih, serta memilih buah segar sebagai camilan.

5. Apakah kelebihan gula bisa menyebabkan diabetes?

Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin yang menjadi faktor risiko diabetes tipe 2.


Kesimpulan

Tubuh yang terlalu banyak mengonsumsi gula biasanya menunjukkan tanda seperti mudah lapar, berat badan naik, sering lelah, kulit berjerawat, sering haus, hingga sulit berkonsentrasi.

Jika gejala-gejala tersebut sering muncul, ada baiknya mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis serta memperbanyak air putih, sayur, buah, dan aktivitas fisik agar kesehatan tetap terjaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.