Siapa Pendiri Ka'bah? Para Ulama Tidak Hanya Menyebut Nabi Ibrahim, Dua Makhluk Ini Juga

AKURAT.CO - Ka'bah merupakan tempat suci umat Islam. Ia merupakan tempat di mana umat Islam menghadap ketika shalat lima waktu.
Namun, siapakah pendiri Ka'bah? Apakah umat agama sebelum agama Islam diturunkan atau bukan?
Dalam sebuah riwayat disebut bahwa yang membangun Ka'bah adalah Nabi Ibrahim. Pendapat ini sebagaimana ungkapan Sayyidina Ali ra yang berkata:
Baca Juga: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 143: Jelaskan Pemindahan Kiblat Umat Islam Dari Baitul Maqdis Ke Ka'bah
حدثنا أبي, حدثنا الحسن بن الربيع, حدثنا أبو الأحوص, عن سماك, عن خالد ابن عرعرة قال : قام رجل إلى علي فقال: ألا تحدّثني عن البيت : أهو أول بيت وضع في الأرض؟ قال: لا, ولكنه أول بيت وضع فيه البركة مقام إبراهيم, ومن دخله كان آمنا
Artinya: “Dari Khalid ibn Ar’arah berkata; seorang laki-laki berdiri lalu menghampiri Ali ra dan bertanya, “berkenankah engkau menceritakan kepadaku tentang Baitullah, apakah ia merupakan rumah yang mula-mula dibangun di bumi?” Ali menjawab, “tidak, tetapi Baitullah merupakan rumah yang pertama dibangun mengandung berkah, yaitu Maqam Ibrahim. Barang siapa yang memasukinya, maka amanlah dia.” (Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Jilid 2, QS Ali Imran: 96, halaman 78).
Namun ulama lain mengatakan bahwa yang membangun Ka'bah bukan Nabi Ibrahim, akan tetapi Malaikat.
Sebut saja Imam al-Suyuti dalam Tafsir al-Jalalain, ia menjelaskan bahwa Ka’bah ini mula-mula dibangun oleh malaikat, sebagai berikut:
Baca Juga: Sejarah Pembangunan Ka'bah di Makkah
بناه الملائكة قبل خلق آدم ووضع بعده الأقصى وبينهما أربعون سنة كما في حديث الصحيحين وفي حديث " أنه أول ما ظهر على وجه الماء عند خلق السماوات والأرض زبدة بيضاء فدحيت الأرض من تحته"
Artinya: “Baitullah ini didirikan oleh malaikat sebelum diciptakannya Adam dan setelah itu diletakkan Masjid Al-Aqsa dan jarak antara keduanya 40 tahun sebagaimana tersebut dalam kedua hadis sahih. Pada sebuah hadis lain disebutkan bahwa Ka’bah yang mula-mula muncul di permukaan air ketika langit dan bumi ini diciptakan sebagai buih yang putih, maka dihamparkan tanah bumi dari bawah Ka’bah.” (Jalaluddin al-Suyuti, Tafsir al-Jalalain, QS Ali Imran: 96, [Surabaya, Dar al-Ilm, tanpa tahun], halaman 57).
Baca Juga: 1 Muharram, Kiswah Ka'bah Dilakukan Penggantian
Pada penafsiran lain, disebutkan bahwa Ka’bah didirikan oleh Nabi Adam as. Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid li Kasyf Ma’na Qur’an al-Majid menyebutkan hadis Nabi Saw yang bersabda:
(روي أنه صلى الله عليه وسلم سئل عن أول بيت وضع للناس فقال المسجد الحرام ثم بيت المقدس وسئل كم بينهما فقال أربعون سنة) أي أن آدم بنى الكعبة ثم بنى الأقصى وبين بنائهما أربعون سنة
Artinya: “Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad Saw ditanya tentang rumah Ibadah pertama yang dibangun untuk manusia, Nabi bersabda; “Masjidil Haram, lalu Masjid Al-Aqsa.” Kemudian ditanya berapa jarak antara keduanya, Nabi bersabda; “40 tahun.” (HR Bukhari-Muslim). Syekh Nawawi menjelaskan hadis tersebut: “yakni Nabi Adam yang membangun Ka’bah kemudian Masjid Al-Aqsa, antara kedua pendirian tersebut adalah 40 tahun.” (Nawawi al-Bantani, Tafsir Marah Labid li Kasyf Ma’na Qur’an al-Majid, QS Ali Imran: 96, [Surabaya, Dar al-Ilmi, tanpa tahun], halaman 110).
Kesimpulannya, pendapat umum mengatakan bahwa Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim. Namun dalam pandangan yang lain, Ka'bah dibangun oleh Malaikat dan juga oleh Nabi Adam As.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






