Akurat
Pemprov Sumsel

5 Hadits Tentang Keutamaan Melanggengkan Wudhu, Salah Satu Pesannya Akan Menghapus Dosa Seorang Muslim

Fajar Rizky Ramadhan | 24 November 2023, 08:15 WIB
5 Hadits Tentang Keutamaan Melanggengkan Wudhu, Salah Satu Pesannya Akan Menghapus Dosa Seorang Muslim

AKURAT.CO - Wudhu adalah salah satu amalan yang penting dalam Islam. Ada banyak dalil tentang keutamaan melanggengkan wudhu.

Keutamaan melanggengkan wudhu bukan semata hanya saat akan melakukan ibadah seperti sholat. Akan tetapi kapan pun seseorang sedang berada di suatu tempat dan beraktivitas.

Hadits Nabi tentang keutamaan melanggengkan wudhu salah satu kandungannya memberi pesan akan menghapus dosa orang-orang Islam.

Baca Juga: Amalan Sebelum Melakukan Wudhu

Berikut 5 hadits tentang keutamaan melanggengkan wudhu yang harus dipahami oleh umat Islam agar selalu mendapatkan pahala dan keberkahan.

Hadits Pertama,

إِذَا تَوَضَّأَ الْمُسْلِمُ ذَهَبَ الإِثْمُ مِنْ سَمْعِهِ وَبَصَرِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ

Artinya: “Jika seorang Muslim berwudlu, niscaya dosa akan hilang dari pendengarannya, penglihatannya, kedua tangannya dan kedua kakinya.” (HR Ahmad).

Hadits Kedua,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

Artinya, “Siapapun yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya, maka keluarlah kesalahan-kesalahannya dari tubuhnya, kemudian keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR Muslim).

Hadits Ketiga,

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ وَلَا يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلَّا مُؤْمِنٌ

Artinya, “Dari Tsauban, ia berkata: ‘Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Istiqamahlah kalian, dan sekali-kali kalian tidak akan dapat menghitungnya. Beramallah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat, dan tidak ada yang menjaga wudlu kecuali orang mukmin.” (HR Ibnu Majah).

Baca Juga: Ragam Pendapat Para Ulama tentang Sentuhan Kulit Laki-laki dan Perempuan setelah Wudhu

Hadits Keempat,

أَصْبَحَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا، فَدَعَا بِلاَلاً، فَقَالَ: “يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِي إِلَى الجَنَّةِ؟ إِنِّي دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِي”. فَقَالَ بِلاَلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ، وَمَا أَصَابَنِي حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّتَوَضَّأْتُ عِنْدَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: “بِهَذَا

 

Artinya, “Suatu pagi Rasulullah saw memanggil Bilal. Kemudian beliau bersabda, 'Wahai Bilal, dengan amal apa kamu mendahului diriku di surga? Sungguh semalam aku memasuki surga. Aku mendengar derap suara sandalmu di depanku." Bilal menjawab, "Wahai Rasulullah, tidaklah aku melakukan suatu dosa sama sekali melainkan setelahnya aku shalat dua rakaat. Dan tidaklah diriku berhadats (batal wudhu), melainkan aku langsung wudhu lagi dan shalat dua rakaat.” Rasulullah saw berkata, ‘Dengan amalan inilah (engkau mendahuluiku masuk surga)’.” (HR Al-Hakim).

Hadits Kelima,

إِنَّ الْوضُوء عبَادَة وَإِن لم يُصَلِّ بِهِ

Artinya, “Sesungguhnya wudhu adalah ibadah meskipun bukan dalam rangka melaksanakan shalat.”

Wallahu A'lam.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.