Kisah Wafatnya Fatimah Az-Zahra Saat Bulan Ramadhan, Wanita Surga dan Putri Kesayangan Rasulullah SAW

AKURAT.CO Fatimah Az Zahra adalah seorang wanita yang terhormat dan dikenal sebagai ratu wanita surga karena keutamaan akhlaknya.
Fatimah dilahirkan di Ummul Qura (Makkah) pada hari Jumat, 20 Jumadi al-Tsani. Fatimah Az Zahra merupakan putri keempat dari Rasulullah SAW, anak dari pernikahan beliau dengan Khadijah binti Khuwailid.
Fatimah dinikahi oleh salah satu sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib. Fatimah memiliki dua putra bernama Hasan dan Husain, sedangkan dari pernikahannya dengan Ali RA, ia memiliki dua putri bernama Zainab dan Ummu Kulsum.
Menurut buku 99 Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi karya Tethy Ezokanzo, Fatimah Az-Zahra merupakan putri yang paling disayangi oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda; "Fatimah adalah bagian dari tubuhku. Barangsiapa menyusahkannya, berarti ia menyusahkanku,".
Lebih lanjut, Fatimah Az-Zahra wafat pada usia 28 tahun, hanya enam bulan setelah meninggalnya Rasulullah.
Kisah wafatnya Fatimah Az-Zahra
Menurut buku Taman-Taman Cinta Sang Nabi: Kisah-Kisah Kekasih Hati Nabi Muhammad SAW yang Penuh Hikmah dan Kesejukan yang ditulis oleh Prof. Dr. Abdurrahman Umairah, Fatimah RA mengalami sakit keras ketika sebelum wafat.
Kondisinya semakin memburuk sehingga ia mengeluh kepada pelayannya, Asma' binti Amis, tentang kesakitan yang dirasakan tubuhnya. Fatimah RA kemudian menyampaikan;
"Dapatkah engkau menutupiku dengan sesuatu? Aku melihat orang-orang Habsyi itu selalu membuat tempat tidur bagi para wanita dan menutupinya dengan keranda," ucap Fatimah Az-Zahra.
Kemudian, atas perintah Asma', seseorang disuruh untuk membuatkan keranda tersebut.
"Wahai pelayanku, siapkanlah air untuk mandi," tambah Fatimah RA.
Setelah itu, Asma' benar-benar menyiapkan air untuk mandi Fatimah RA.
"Ambilkanlah pakaian baruku," pinta Fatimah RA.
Setelah pakaian tersebut diberikan kepadanya, Fatimah RA kembali meminta sesuatu.
"Wahai pelayanku, aku akan dipanggil saat ini, dan aku sudah mandi, maka jangan sampai ada seorang pun yang membuka bahuku," pintanya.
Setelah itu, Fatimah RA dipanggil oleh Allah SWT. Wafatnya terjadi pada malam Selasa bulan Ramadan tahun 11 Hijriah.
Umat Islam berbondong-bondong menuju Masjid Nabawi untuk menyalatkan jenazah Fatimah RA yang dipimpin oleh suaminya, Ali bin Abi Thalib.
Salat jenazah gelombang kedua dipimpin oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib RA.
Kemudian, jenazah Fatimah dibawa ke Makam Baqi, ia dimakamkan bersebelahan dengan saudaranya; Zainab RA, Ruqayyah RA, dan Ummu Kultsum RA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









