Kiprah KH Soleh Darat dalam Perjuangan Bangsa Indonesia

AKURAT.CO Mendiang KH. Sholeh Darat diusulkan menjadi pahlawan nasional Indonesia. Usulan ini disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH. Anashom, dalam Seminar Genealogi Nasionalisme Indonesia dalam Kitab KH. Sholeh Darat yang digelar oleh Universitas Wahid Hasyim Semarang.
KH. Sholeh Darat sendiri merupakan sosok ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pantai Utara Jawa, khususnya di wilayah Semarang. Dalam berbagai sumber dikatakan bahwa beliau merupakan guru dari para ulama besar di Indonesia, seperti contohnya KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan.
Selain itu, KH. Sholeh Darat juga memiliki peran dalam perjuangan bangsa Indonesia melawan para penjajah. Lantas, bagaimana kiprah beliau dalam perjuangan bangsa Indonesia?
Baca Juga: Benarkah Orang yang Terakhir Masuk Surga adalah Seorang Laki-laki?
Dilansir dari laman NU Online, KH. Sholeh Darat melakukan perlawanan terhadap kolonial Belanda melalui jalur pendidikan serta gerakan-gerakan ideologis. Salah satu strateginya adalah menggunakan aksara pegon dalam menulis karya-karyanya.
KH. Sholeh Darat memiliki rasa prihatin yang sangat tinggi mengenai keadaan pada saat itu. Keprihatinannya ini kemudian dituangkan dalam karyanya yang berjudul Majmu’at asy-Syari’at al-Kafiyat li al-Awam. Dalam karya ini pula, ia banyak menyinggung mengenai anti kolonialisme secara tersurat maupun tersirat.
Dalam karyanya yang lain berjudul Kitab Munjiyat, KH. Sholeh Darat berusaha mengobarkan rasa nasionalisme para santri yang belajar di pondok pesantrennya maupun mereka yang berada di tengah-tengah masyarakat.
Karya-karya KH. Sholeh Darat bertujuan untuk menguatkan pemahaman keislaman masyarakat guna membebaskan kebodohan akibat cengkraman kolonial Belanda pada masa itu.
Selain itu, dirinya juga menjadi inspirasi bagi para santri untuk mempertahankan kedaulatan negara yang tercermin dalam Resolusi Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945 silam. Pengaruhnya ini terdapat dalam ajaran beliau untuk melakukan gerakan kultural apabila tidak mampu melawan penjajah kolonial.
Baca Juga: 5 Etika Islam bagi Muslim saat Masuk Kerja setelah Libur Idul Fitri sesuai Sunah
Disamping karya-karyanya, semangat juang yang dimiliki oleh KH. Sholeh Darat juga diturunkan dari ayahnya, yakni Kiai Umar. Ayahnya ini merupakan anggota pasukan perang Pangeran Diponegoro. Sebagai anak yang ikut berjuang menghadapi penjajah Belanda bersama ayahnya, KH. Sholeh Darat kemudian memiliki komitmen dalam membangun nalar nusantara.
Demikian penjelasan mengenai kiprah KH. Sholeh Darat dalam perjuangan bangsa Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa ia memiliki peran yang besar dalam mengobarkan nasionalisme masyarakat, khususnya para santri melalui kitab-kitab yang ditulisnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








