Sosok Ustaz Ariful Bahri Asal Riau, Satu-satunya WNI yang Jadi Penceramah Tetap di Masjid Nabawi

AKURAT.CO Dr. Ariful Bahri, MA adalah seorang ustaz yang rutin berceramah di Masjid Nabawi.
Ustaz asal Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau ini telah menjadi pengisi kajian di Masjid Nabawi sejak tahun 2019.
Saat ini, Ustaz Ariful Bahri adalah satu-satunya penceramah yang menyampaikan kajian dalam bahasa Indonesia.
Ustaz Ariful Bahri adalah lulusan S1 hingga S3 dari Universitas Islam Madinah.
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (27/5/2024), setiap sesi kajiannya dihadiri lebih dari 300 orang yang terdiri dari jemaah haji Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Ustaz Ariful Bahri biasanya duduk di kursi mimbar, dengan jemaah duduk melingkar di sekelilingnya.
Karena banyaknya peserta yang hadir, petugas keamanan harus mengatur jalur masuk dan keluar masjid.
Baca Juga: Sejarah Raudhah di Masjid Nabawi Madinah, Tempat Suci dan Mustajab untuk Berdoa
Di akhir ceramah, Ustaz Ariful Bahri menjawab pertanyaan-pertanyaan dari jemaah yang ditulis pada secarik kertas dan diserahkan saat ceramah berlangsung. Kajian ini biasanya berakhir beberapa menit sebelum azan Isya.
"Kami berdua mengisi kajian berbahasa Indonesia. Saya kebagian setelah Magrib, Ustaz Irsyad sore," kata Ariful Bahri.
Sebelumnya, Masjid Nabawi pernah memiliki tiga penceramah asal Indonesia, yaitu Anas Burhanuddin, Firanda Andirja, dan Abdullah Roy.
Setelah vakum selama dua tahun, pada tahun 2019, Masjid Nabawi meminta Universitas Islam Madinah untuk mengirim mahasiswa dari Indonesia untuk mengikuti seleksi sebagai pengisi kajian.
Dari empat mahasiswa yang lulus seleksi, dua di antaranya mengundurkan diri, menyisakan Ariful Bahri dan Irsyad Hasan.
Namun, Irsyad Hasan tidak lama mengisi kajian di Masjid Nabawi, sehingga kini hanya Ariful Bahri yang merupakan warga negara Indonesia yang menjadi pengisi kajian di sana.
Ariful Bahri tumbuh besar di lingkungan Muhammadiyah. Setelah lulus SD, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah (MTs), setara dengan SMP.
Ketika kelas 3 MTs, ada pondok pesantren baru di kampungnya, sehingga ia keluar dari MTs dan masuk ke pondok tersebut.
Saat kelas 2 Madrasah Aliyah, Ariful sudah hafal Al-Qur'an, meskipun pondok pesantren tersebut tidak memiliki program khusus menghafal Al-Qur'an.
Prestasinya ini membuat pihak yayasan memberinya hadiah umrah.
Terinspirasi oleh seorang alumnus dari UIM yang juga berasal dari Riau, Ariful akhirnya lolos tes dan melanjutkan kuliah di UIM pada 2008.
Ariful Bahri resmi menyandang gelar doktor pada 4 Mei 2023, dengan disertasinya yang mendapat nilai sempurna atau Mumtaz.
Selain mengisi kajian, Ariful juga aktif menulis. Beberapa bukunya antara lain "Ziarah Madinah dan Keutamaannya" dan "Untukmu Wahai Tamu Allah", yang ditulis bersama Ustaz Abu Yusuf.
Kini, Ustaz Ariful Bahri telah tinggal di Madinah selama 15 tahun, bersama istrinya dan empat anak mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







