Setelah jemaah menyelesaikan lontar jumrah dan mabit di Mina, mereka diharuskan melaksanakan thawaf ifadhah di Masjidil Haram, Makkah.
Thawaf Ifadhah, juga dikenal sebagai Thawaf Ziyarah, merupakan salah satu dari tiga thawaf wajib dalam ibadah haji, bersama dengan Thawaf Qudum dan Thawaf Wada.
Pengertian Thawaf Ifadhah
Thawaf Ifadhah adalah thawaf yang dilakukan oleh jemaah haji setelah melaksanakan beberapa ritual sebelumnya, seperti lontar jumrah pada Hari Raya Idul Adha dan bermalam di Mina (mabit).
Thawaf Ifadhah dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dalam arah berlawanan dengan arah jarum jam. Setiap putaran disebut syawt, dan keseluruhan thawaf terdiri dari tujuh syawt.
Baca Juga: Sejarah dan Lokasi Lempar Jumrah dalam Ibadah Haji
Waktu Pelaksanaan Thawaf Ifadhah
Thawaf Ifadhah dapat dilakukan setelah jemaah selesai melaksanakan lontar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Thawaf Ifadhah tidak memiliki batas waktu tertentu dan bisa dilaksanakan hingga akhir bulan Dzulhijjah, tetapi disarankan untuk segera melaksanakannya agar rukun haji dapat diselesaikan.
Tata Cara Pelaksanaan Thawaf Ifadhah
- Niat: Sebelum memulai thawaf, jemaah harus berniat untuk melaksanakan thawaf ifadhah semata-mata karena Allah SWT.
- Wudhu: Jemaah harus dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. Oleh karena itu, wudhu menjadi syarat wajib sebelum memulai thawaf.
- Memulai Thawaf: Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dengan posisi jemaah sejajar dengan batu tersebut. Disunnahkan untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad jika memungkinkan.
- Mengelilingi Ka'bah: Jemaah berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dengan berlawanan arah jarum jam. Setiap putaran dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.
- Doa dan Dzikir: Selama thawaf, jemaah dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir. Tidak ada doa khusus yang harus dibaca, sehingga jemaah bebas membaca doa-doa yang dihafal atau yang berasal dari hati.
- Shalat Sunnah: Setelah menyelesaikan thawaf, jemaah disunnahkan untuk melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan.
Makna dan Hikmah Thawaf Ifadhah
Thawaf Ifadhah mengandung makna spiritual yang mendalam. Dengan mengelilingi Ka'bah, jemaah diingatkan akan kebesaran Allah dan pentingnya menjadikan-Nya sebagai pusat kehidupan.
Thawaf juga melambangkan kesatuan umat Islam yang berkumpul dari berbagai penjuru dunia untuk menyembah satu Tuhan.
Baca Juga: Mengapa Makkah dan Madinah Disebut Tanah Suci? Berikut Alasannya Sesuai Sunah
Selain itu, thawaf ifadhah merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah haji yang wajib dilaksanakan oleh setiap jemaah.
Thawaf Ifadhah adalah salah satu rukun penting dalam ibadah haji yang wajib dilaksanakan setelah jemaah menyelesaikan lontar jumrah dan mabit di Mina.
Melalui thawaf ifadhah, jemaah meneguhkan kembali komitmen mereka kepada Allah SWT, mendekatkan diri secara spiritual, dan menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan sempurna.
Dengan niat yang tulus dan hati yang ikhlas, thawaf ifadhah menjadi momen yang sangat berharga dalam perjalanan spiritual setiap jemaah haji.