Benarkah Pemilik Weton Tulang Wangi Memiliki Aura Mistis dan Sebaiknya Hindari Pantangan di Malam Satu Suro?

AKURAT.CO Dalam kepercayaan Jawa, weton atau hari kelahiran seseorang dianggap memiliki pengaruh tertentu terhadap karakter dan nasib individu.
Salah satu weton yang sering dibicarakan adalah "Tulang Wangi," yang diyakini memiliki aura mistis.
Selain itu, ada pula kepercayaan bahwa pada malam Satu Suro, seseorang dengan weton ini harus menghindari beberapa pantangan.
Bagaimana pandangan Islam, khususnya dalam perspektif hadits, terhadap kepercayaan semacam ini?
Pandangan Islam terhadap Kepercayaan Mistis
Islam mengajarkan bahwa semua nasib dan takdir seseorang ada di tangan Allah SWT. Dalam Islam, tidak ada dasar yang menyatakan bahwa hari kelahiran seseorang atau weton memiliki pengaruh mistis tertentu.
Semua bentuk kepercayaan yang tidak didasarkan pada ajaran Al-Qur'an dan hadits termasuk dalam kategori takhayul atau syirik kecil. Rasulullah SAW bersabda:
"مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةُ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً"
"Barang siapa yang mendatangi dukun atau peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima salatnya selama empat puluh malam." (HR. Muslim)
Hadits ini dengan tegas melarang umat Islam untuk mempercayai atau mendatangi orang yang mengklaim mengetahui hal-hal gaib atau mistis, termasuk kepercayaan pada weton.
Pantangan Malam Satu Suro
Kepercayaan mengenai pantangan tertentu pada malam Satu Suro juga tidak ditemukan dalam ajaran Islam.
Malam Satu Suro, yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan refleksi diri, bukan untuk mempercayai pantangan-pantangan yang tidak berdasar.
Islam tidak mengajarkan adanya pantangan tertentu pada malam ini. Sebaliknya, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa dan amal shaleh di bulan Muharram:
"أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم"
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim).
Baca Juga: Mantan Ketua KPU Hasyim Asy'ari Pernah Mesantren Selama 4 Tahun di Pesantren Ini
Dalam perspektif hadits, kepercayaan bahwa pemilik weton Tulang Wangi memiliki aura mistis atau harus menghindari pantangan tertentu pada malam Satu Suro tidak memiliki dasar yang kuat.
Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi segala bentuk takhayul dan memperbanyak ibadah, terutama di bulan Muharram, tanpa mempercayai hal-hal yang tidak berdasar.
Oleh karena itu, sebaiknya kita kembali kepada ajaran Al-Qur'an dan hadits dalam menyikapi segala bentuk kepercayaan dan tradisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









