Akurat
Pemprov Sumsel

PNS Mojokerto Digerebek Suami, Apa Hukuman Bagi Pelaku Zina Mukhson dalam Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 7 Agustus 2024, 08:00 WIB
PNS Mojokerto Digerebek Suami, Apa Hukuman Bagi Pelaku Zina Mukhson dalam Islam?

AKURAT.CO Baru-baru ini, kabar mengejutkan datang dari Mojokerto, di mana seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) digerebek oleh suaminya karena diduga terlibat dalam perzinaan.

Kasus ini menyoroti permasalahan hukum dan sosial mengenai zina, terutama zina mukhson, dalam konteks hukum Islam.

Zina dalam Islam adalah hubungan seksual antara pria dan wanita yang tidak sah menurut syariat.

Dalam Al-Qur'an dan hadis, zina dianggap sebagai dosa besar yang sangat dilarang.

Adapun hukuman bagi pelaku zina dapat bervariasi tergantung pada status pelaku, apakah mereka termasuk mukhson (sudah menikah) atau ghair mukhson (belum menikah).

Baca Juga: Larangan Foto di Rumah Milea Bandung, Hak-hak Apa Saja yang Harus Diberikan kepada Tetangga Menurut Islam?

Dalam kasus zina mukhson, hukuman yang diterapkan adalah rajam (hukuman mati dengan cara dilempari batu). Hal ini berdasarkan beberapa dalil dari Al-Qur'an dan hadis.

Dalam Al-Qur'an, memang tidak ada ayat yang secara eksplisit menyebutkan hukuman rajam untuk pelaku zina mukhson. Namun, hukum ini diambil dari Sunnah Nabi Muhammad SAW dan ijma' (kesepakatan) ulama.

Hadis yang menjelaskan hukuman rajam untuk pelaku zina mukhson dapat ditemukan dalam berbagai riwayat. Salah satunya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: رَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا

Artinya: "Ibnu Umar RA berkata, 'Nabi Muhammad SAW melakukan rajam dan kami juga melakukan rajam.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa hukuman rajam untuk pelaku zina mukhson adalah praktik yang diterima dan dijalankan pada masa Nabi Muhammad SAW.

Untuk menerapkan hukuman ini dalam sistem peradilan modern, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti adanya empat saksi yang melihat perbuatan zina tersebut secara langsung. Jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, hukuman tidak dapat dilaksanakan.

Baca Juga: Apa Hukum Sumpah Pocong dalam Islam? Bagaimana Konsekuensinya bagi yang Berbohong?

Kasus PNS Mojokerto yang digerebek suami ini membuka kembali pembahasan mengenai hukuman bagi pelaku zina mukhson dalam perspektif hukum Islam.

Sementara hukuman rajam adalah salah satu opsi yang diatur dalam syariat, penerapannya dalam konteks hukum modern memerlukan pertimbangan dan prosedur yang sangat hati-hati.

Sebagai bagian dari penegakan hukum, penting bagi semua pihak untuk memahami dan mengikuti prosedur yang berlaku serta menjaga prinsip keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.