Video tersebut menyulut perdebatan di kalangan masyarakat, khususnya terkait hubungan antarumat beragama di Indonesia yang dikenal majemuk.
Dalam video tersebut, oknum ASN tersebut diduga mengeluarkan pernyataan yang dapat memecah belah hubungan antara umat Islam dan Kristen di wilayah tersebut.
Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, isu seperti ini sangat sensitif.
Namun, ajaran Islam secara jelas menyerukan untuk menjaga hubungan baik dengan umat beragama lain, serta menolak segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat merusak kedamaian.
Berikut adalah beberapa dalil yang dapat menjadi panduan umat Islam dalam menyikapi perbedaan agama dan menjaga kerukunan.
Baca Juga: Ramai Series 'Jangan Salahkan Aku Selingkuh', Bolehkah Suami atau Istri Izin Berselingkuh Menurut Islam?
Islam Menyerukan Toleransi Antar Umat Beragama
Islam mengajarkan toleransi terhadap umat beragama lain, sebagaimana disebutkan dalam beberapa ayat Al-Quran. Salah satu ayat yang relevan adalah Surah Al-Kafirun:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Lakum diinukum wa liya diin"
Artinya: "Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku." (QS. Al-Kafirun: 6)
Ayat ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya masing-masing tanpa paksaan.
Dalam konteks pendirian sekolah Kristen, umat Islam diharapkan untuk menghormati hak agama lain dalam menjalankan ajarannya, termasuk mendirikan institusi pendidikan berdasarkan keyakinan agama mereka.
Tidak Ada Paksaan dalam Beragama
Islam dengan tegas melarang paksaan dalam urusan agama. Allah berfirman dalam Al-Quran:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ
"Lā ikrāha fid-dīn. Qad tabayyana ar-rushdu minal-ghayyi"
Artinya: "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." (QS. Al-Baqarah: 256)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap individu bebas dalam memilih keyakinannya. Tidak ada ruang bagi paksaan atau provokasi yang berupaya untuk menekan kelompok agama lain.
Oleh karena itu, umat Islam diharapkan untuk bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah kerukunan.
Menjaga Hubungan Harmonis dengan Pemeluk Agama Lain
Dalam kehidupan sosial, umat Islam juga diperintahkan untuk menjaga hubungan baik dengan pemeluk agama lain. Allah berfirman:
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
"Lā yan-hākumullāhu 'anil-ladzīna lam yuqātilūkum fid-dīni wa lam yukhrijūkum min diyārikum an tabarrūhum wa tuqsithū ilayhim, innallāha yuhibbul-muqisithīn"
Artinya: "Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (QS. Al-Mumtahanah: 8)
Ayat ini mengajarkan bahwa selama pemeluk agama lain tidak memerangi kita atau merugikan umat Islam, kita diwajibkan untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap mereka.
Baca Juga: Viral, Video Pernikahan Beda Usia 33 Tahun di Wonogiri, Bagaimana Respons Islam?
Hal ini relevan dalam konteks pendirian sekolah Kristen, di mana umat Islam hendaknya tetap bersikap adil dan menjaga hubungan harmonis.
Viralnya video oknum ASN Parepare yang diduga memprovokasi soal pendirian Sekolah Kristen Gamaliel harus disikapi dengan hati-hati.
Umat Islam perlu merujuk pada ajaran Al-Quran yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, toleransi, dan keadilan.
Sebagai mayoritas, umat Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam menjaga perdamaian dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam.
Provokasi yang memecah belah harus dihindari, karena Islam tidak mengajarkan permusuhan antaragama, melainkan mengajarkan cinta damai, sikap adil, dan toleransi.
Umat Islam di Parepare maupun di seluruh Indonesia diharapkan tetap tenang dan bijaksana dalam merespons isu-isu yang sensitif seperti ini, serta tidak mudah terpengaruh oleh hasutan yang dapat merusak keharmonisan sosial.