Ramai Film 'Jangan Salahkan Aku Selingkuh', Bolehkah Balas Dendam ke Pasangan dengan Selingkuh?

AKURAT.CO Belakangan ini, film 'Jangan Salahkan Aku Selingkuh' ramai diperbincangkan karena mengangkat tema perselingkuhan.
Hal ini memunculkan pertanyaan moral dan hukum: dalam Islam, apakah perselingkuhan sebagai bentuk balas dendam dibenarkan?
Perselingkuhan dalam Islam: Dosa Besar dan Pengkhianatan
Dalam Islam, perselingkuhan merupakan perbuatan haram yang digolongkan sebagai zina. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra’: 32)
Ayat ini menunjukkan bahwa mendekati zina saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. Islam memandang zina sebagai dosa besar dan bentuk pengkhianatan terhadap ikatan pernikahan.
Balas Dendam dengan Perselingkuhan: Tidak Dibenarkan dalam Islam
Prinsip dasar dalam Islam adalah membalas kejahatan dengan kebaikan. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik." (QS. Fussilat: 34).
Baca Juga: Hukum Kawin Kontrak dalam Islam, Bolehkah?
Balas dendam dengan melakukan dosa yang sama bukanlah jalan yang benar dalam Islam.
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa kesabaran dan mencari solusi yang baik adalah lebih utama daripada melakukan perbuatan dosa untuk membalas perbuatan orang lain.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
"Tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh membalas bahaya dengan bahaya." (HR. Ibnu Majah)
Dari hadits ini, jelas bahwa Islam melarang tindakan membalas keburukan dengan keburukan. Perselingkuhan sebagai balas dendam hanya akan menambah dosa dan merusak hubungan lebih jauh.
Sikap Islam terhadap Konflik Pernikahan
Islam memberikan beberapa solusi jika terjadi masalah dalam pernikahan, termasuk perselingkuhan:
1. Menyelesaikan dengan Nasihat dan Dialog
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 35:
"Dan jika kamu khawatirkan ada perselisihan di antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan..."
Dalam konteks ini, dialog dan mediasi adalah cara pertama yang dianjurkan.
2. Perceraian sebagai Jalan Terakhir
Jika masalah tidak bisa diselesaikan, perceraian diperbolehkan dalam Islam sebagai solusi terakhir. Rasulullah SAW bersabda:
"Perkara halal yang paling dibenci Allah adalah talak."(HR. Abu Dawud)
Meski diperbolehkan, perceraian harus dilakukan dengan cara yang baik dan tanpa dendam.
Dari perspektif Islam, membalas perselingkuhan dengan melakukan hal yang sama tidak dibenarkan.
Baca Juga: Link Video Syur Pelajar SMP Martapura Ramai Dicari Netizen, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?
Setiap tindakan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, sehingga balas dendam dengan cara berdosa hanya akan memperburuk keadaan.
Islam mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan sabar, dialog, atau, jika perlu, perceraian yang baik.
Film seperti 'Jangan Salahkan Aku Selingkuh' mungkin menggambarkan realitas sosial, tetapi tetap perlu diingat bahwa norma-norma Islam mengutamakan akhlak dan solusi yang mendatangkan maslahat, bukan memperkeruh masalah dengan balas dendam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








