Akurat
Pemprov Sumsel

Ulama Kharismatik Aceh Abu Ishak Lamkawe Wafat, Ini Teladan Ketawadhuannya

Fajar Rizky Ramadhan | 6 November 2024, 17:16 WIB
Ulama Kharismatik Aceh Abu Ishak Lamkawe Wafat, Ini Teladan Ketawadhuannya

AKURAT.CO Abu Ishak Lamkawe dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (5/11/2024) di RSUD Zaenol Abidin Banda Aceh.

Abu Ishak Lamkawe sendiri adalah sosok ulama kharismatik dan pimpinan Dayah Baldatul Mubarakah Al-Aziziyah di Kembang Tanjung, Pidie, Aceh, adalah figur yang dikenal dengan ketawadhu'an dan keilmuannya yang mendalam, khususnya dalam bidang ilmu 'arudh.

Abu Lamkawe, sapaan akrabnya, merupakan salah satu guru utama bagi para ulama terkemuka di Aceh, termasuk Abu MUDI, pemimpin Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga.

Abu MUDI belajar dari Abu Lamkawe sejak kelas pertama hingga kelas tiga, namun keistimewaan Abu Lamkawe terlihat dalam kesediaannya untuk terus belajar dan hadir di majelis ilmu, bahkan dari para muridnya sendiri.

Baca Juga: Innalilahi wa Innailaihi, Abu Ishak Lamkawe Wafat, Dikenal sebagai Ulama Kharismatik Aceh

Ketawadhu'an Abu Ishak sangat terlihat ketika ia, meski dalam kondisi kesehatan yang tidak selalu optimal, tetap berusaha mengikuti pengajian, baik secara langsung maupun melalui radio saat tidak dapat hadir.

Ketika hadir di Pidie, Abu selalu menyempatkan diri untuk mengikuti kajian dari awal hingga selesai, menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mencari ilmu.

Hal ini menjadi teladan bagi masyarakat Aceh tentang ketekunan dan kerendahan hati seorang ulama yang tidak hanya mengajar, tetapi juga selalu ingin belajar.

Abu Ishak juga mendapat apresiasi dari gurunya, Abon Abdul Aziz Al-Mantiqi, yang memberikan rekomendasi penuh kepadanya untuk berorasi di berbagai kesempatan.

Bahkan, tokoh-tokoh dengan pemikiran berbeda seperti Teungku Daud Beureueh serta kelompok-kelompok modernis, termasuk Muhammadiyah, mengakui kedalaman dan kejelasan kajian Abu Ishak.

Penjelasan Abu Ishak selalu diiringi syair dan nuansa ilmu badhi', menjadikan setiap kupasannya kaya dengan perspektif keilmuan yang lengkap.

Keistimewaan Abu Ishak tidak hanya terlihat dalam sikapnya terhadap murid, tetapi juga dalam menyikapi perbedaan pendapat dan menjawab persoalan masyarakat.

Dalam situasi tertentu, meskipun dapat menjawab sendiri, ia seringkali memilih untuk bertanya langsung kepada Abu MUDI, menampilkan rasa hormat yang tinggi kepada muridnya.

Baca Juga: Candra Kusuma Anggota DPRD Bogor Diduga Terlibat Skandal Perselingkuhan, Ini 5 Etika Wakil Rakyat Menurut Islam

Abu MUDI sendiri sering menyarankan agar Abu Ishak cukup menelepon jika memiliki pertanyaan, namun Abu Ishak tetap memilih untuk bertatap muka langsung sebagai wujud penghormatan.

Ketawadhu'an ini bukan hanya kepada orang-orang tertentu, tetapi juga kepada semua kalangan, termasuk ulama muda yang pernah menjadi murid dari murid-muridnya.

Abu Ishak pernah hadir dalam sebuah pengajian TASTAFI yang diisi oleh Tgk. H. Abu Bakar Matang Kuli (Abon Buni), murid dari Abu MUDI, yang dalam konteks keilmuan adalah cucu rohani Abu Ishak.

Meskipun usianya yang telah mendekati seabad dan kesehatannya menurun, Abu tetap menghadiri majelis ilmu dengan duduk di kursi, menunjukkan bahwa usia dan kondisi fisik tidak menghalanginya untuk menuntut ilmu dan memberikan contoh ketawadhu'an.

Ketawadhu'an Abu Ishak Lamkawe ini adalah contoh dakwah bilhal, yaitu dakwah melalui perbuatan, yang memberikan inspirasi kepada kita semua dalam menjaga kerendahan hati dan terus menimba ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Sosoknya menjadi rujukan utama dalam implementasi ilmu dengan harmoni tasawuf, tauhid, dan fiqh dalam gerakan Tastafi, yang menjadi panji ilmu di Aceh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.