Akurat
Pemprov Sumsel

Kata Kunci 'Video Viral Indo' Viral, Begini Tuntunan Islam dalam Mengkonsumsi Konten Video di Internet

Fajar Rizky Ramadhan | 13 November 2024, 07:00 WIB
Kata Kunci 'Video Viral Indo' Viral, Begini Tuntunan Islam dalam Mengkonsumsi Konten Video di Internet

AKURAT.CO Di era digital, internet telah membuka akses yang luas bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi dengan cepat. Namun, kemudahan akses ini juga diiringi oleh tantangan besar, terutama dalam bentuk konten-konten yang kadang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Salah satu fenomena yang sering muncul adalah pencarian kata kunci "video viral Indo" yang biasanya diikuti oleh konten yang viral dan seringkali bersifat kontroversial atau mengundang rasa penasaran.

Sebagai umat Islam, penting untuk memahami dan menerapkan tuntunan dalam mengonsumsi konten ini, agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan bertentangan dengan ajaran agama.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga pandangan dan memelihara kesucian hati. Dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.'" (QS. An-Nur: 30)

Ayat ini mengajarkan umat Islam, khususnya kaum laki-laki, untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang tidak pantas dilihat. Larangan ini tidak hanya berlaku dalam kehidupan nyata, tetapi juga dalam dunia digital.

Ketika kita membuka konten-konten yang mungkin mengandung unsur tidak pantas atau tidak senonoh, hati kita menjadi terpapar oleh hal-hal yang dapat merusak moral dan spiritual.

Oleh sebab itu, menahan diri dari mengakses atau menyebarluaskan video yang viral namun mengandung unsur negatif merupakan bentuk kepatuhan kepada perintah Allah.

Baca Juga: Video Viral Lydia Onic 12 Menit Diburu Warganet, Ini Respons Al-Qur'an!

Selain itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan agar kita menjaga hati dari pengaruh buruk. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

"Pandangan adalah anak panah beracun dari panah-panah iblis. Barang siapa meninggalkannya karena takut kepada-Ku, niscaya Aku akan menggantikan dengan manisnya iman dalam hatinya." (HR. Al-Hakim)

Dari hadis ini, dapat dipahami bahwa memandang sesuatu yang tidak pantas dapat menjadi pintu masuk bagi iblis untuk merusak keimanan seseorang.

Iblis akan menjadikan pandangan yang tidak terjaga sebagai alat untuk mengotori hati, sehingga pelaku akan merasakan dampak negatif dalam spiritualitasnya.

Mengonsumsi video yang viral dan mengandung konten yang tidak baik dapat menurunkan kualitas iman, karena hati akan terpengaruh oleh hal-hal yang seharusnya dijaga.

Oleh sebab itu, setiap kali kita merasa tertarik pada konten yang sifatnya memancing hawa nafsu atau melanggar nilai moral, sebaiknya kita berusaha untuk menundukkan pandangan dan menjauh darinya.

Selain menjaga pandangan, Islam juga menekankan pentingnya penggunaan waktu dengan bijak. Setiap umat Islam hendaknya menggunakan waktunya untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-‘Asr: 1-3).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa waktu adalah salah satu nikmat yang sangat berharga. Jika waktu dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan, maka manusia akan berada dalam kerugian.

Menghabiskan waktu untuk menonton atau mencari video viral yang sifatnya negatif hanya akan membawa manusia pada perbuatan sia-sia, bahkan bisa jadi menjerumuskan ke dalam perbuatan dosa.

Oleh karena itu, hendaknya kita lebih selektif dan berhati-hati dalam menggunakan waktu, termasuk dalam memilih konten yang dikonsumsi di internet.

Di sisi lain, Islam juga menganjurkan umatnya untuk selalu introspeksi diri dan menjaga kebaikan dalam berinteraksi dengan teknologi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Viral Yandex Browser Diburu Netizen, Islam Wanti-Wanti Jangan Nonton Video Dewasa!

Hadis ini menuntun kita agar senantiasa berkata dan berbuat baik dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam dunia digital. Mengonsumsi dan menyebarkan konten yang bermanfaat dan positif adalah bagian dari akhlak mulia.

Sebaliknya, menyebarkan atau terlibat dalam konten yang negatif, misalnya video yang mengandung keburukan, dapat merusak akhlak dan menyebabkan dosa.

Seorang muslim hendaknya berusaha untuk menampilkan kebaikan dan menjauhi hal-hal yang bisa mendatangkan mudarat.

Maka dari itu, penting bagi setiap muslim untuk selalu mempertimbangkan nilai-nilai Islam sebelum mengonsumsi konten di internet.

Islam mengajarkan umatnya untuk menjadikan iman dan ketakwaan sebagai filter utama dalam memilih tontonan dan informasi.

Dengan memahami tuntunan ini, semoga kita senantiasa terlindung dari konten yang merugikan dan dijauhkan dari fitnah dunia maya.

Sebagai pengingat, hendaknya kita senantiasa berdoa agar dijauhkan dari godaan yang dapat merusak keimanan dan selalu berada di jalan yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.