Islam memiliki pandangan yang tegas mengenai perjudian, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai maysir atau qimār. Dalil yang melarang praktik ini tertuang dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Maidah ayat 90:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.”
Ayat ini menunjukkan bahwa perjudian, termasuk dalam bentuk togel online, adalah tindakan keji yang dikaitkan dengan perbuatan setan.
Dalam tafsir para ulama, judi tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga memengaruhi keharmonisan sosial.
Sifat judi yang mengandalkan keberuntungan dan sering kali membawa kerugian finansial besar membuatnya bertentangan dengan prinsip Islam yang mengedepankan usaha yang halal dan hasil yang berkah.
Baca Juga: Diduga Judol, PPATK Blokir Rekening dan Tutup Usaha Hiburan Valhalla
Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 219, Allah kembali menyinggung dampak buruk dari perjudian:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ‘Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.’”
Ayat ini menegaskan bahwa meskipun mungkin ada kesenangan sesaat dalam berjudi, kerugiannya jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Perjudian menciptakan ilusi kekayaan instan, tetapi pada kenyataannya, banyak orang jatuh dalam kesulitan ekonomi, kehilangan harta, dan bahkan keharmonisan keluarga karena ketagihan berjudi.
Dalam konteks togel online, seperti Toto Macau, fitnahnya semakin besar karena kemudahan akses. Orang-orang dapat berjudi kapan saja tanpa harus keluar rumah, sehingga meningkatkan risiko kecanduan. Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ: تَعَالَ أُقَامِرْكَ، فَلْيَتَصَدَّقْ
Artinya: “Barang siapa yang berkata kepada temannya: ‘Mari berjudi denganmu,’ maka hendaklah dia bersedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa bahkan mengajak seseorang untuk berjudi adalah perbuatan yang harus ditebus dengan sedekah sebagai bentuk taubat. Apalagi jika seseorang benar-benar melibatkan dirinya dalam praktik perjudian.
Sebagai seorang Muslim, kita dituntut untuk mencari rezeki dengan cara yang halal dan diberkahi. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
Baca Juga: Kapolri Siap Mundur jika Terlibat Judi Online: Apa Solusi Islam dalam Memberantas Judi Online?
Dari hadis ini, jelas bahwa harta yang diperoleh melalui cara-cara haram seperti berjudi tidak akan mendatangkan keberkahan. Sebaliknya, rezeki yang diperoleh melalui usaha yang halal akan membawa kebahagiaan dan ketenangan.
Oleh karena itu, sebagai umat Islam, kita harus menjauhi segala bentuk perjudian, termasuk togel online, yang tidak hanya merusak keimanan tetapi juga menghancurkan kehidupan duniawi. Semoga kita semua senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.