Akurat
Pemprov Sumsel

Pedagang Es Teh Sakit Hati Setelah Diolok-olok Gus Miftah: Saya Sakit Hati, Cari Nafkah buat Anak-Istri kok Digituin

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Desember 2024, 09:00 WIB
Pedagang Es Teh Sakit Hati Setelah Diolok-olok Gus Miftah:  Saya Sakit Hati, Cari Nafkah buat Anak-Istri kok Digituin

AKURAT.CO Seorang pedagang es teh, Sunaji, mengungkapkan rasa kecewa dan sakit hati setelah menjadi bahan olokan dalam video viral di media sosial.

Video tersebut menunjukkan pendakwah Gus Miftah melontarkan candaan kasar saat tengah mengisi ceramah di Magelang, Jawa Tengah.

Dalam sebuah panggilan video dengan TikToker Clara Shinta, Sunaji mengungkapkan bahwa dagangannya sedang sepi saat kejadian tersebut.

Ia menceritakan situasinya dengan mengatakan, "Iya, lagi sepi, yang beli nggak ada 20 orang. Nggak habis es tehnya."

Sunaji menambahkan bahwa ia merasa sangat terluka, mengingat pekerjaannya hanya untuk menghidupi keluarga. "Saya sakit hati, kecewa. Saya cari nafkah untuk anak-istri kok malah digituin?" tuturnya.

Istri Sunaji juga turut merasakan kesedihan mendalam akibat kejadian tersebut. Namun, meski dirundung rasa kecewa, Sunaji menyatakan bahwa ia telah memaafkan Gus Miftah. "Ridho, ikhlas. Sudah maafin," ujarnya.

Baca Juga: Gerindra Minta Gus Miftah Minta Maaf kepada Penjual Es Teh: Tak Sesuai yang Diajarkan Pak Prabowo!

Video yang menjadi pemicu kontroversi itu memperlihatkan Gus Miftah sedang berbicara di depan jamaah ketika Sunaji melintas membawa dagangannya.

Saat diminta oleh jamaah untuk membeli es teh tersebut, Gus Miftah justru melontarkan ucapan, "Oh borong, es tehmu masih banyak enggak? Oh masih? Yaudah sana dijual gb*k!" Candaan ini disambut gelak tawa hadirin, namun di media sosial, warganet mengecam keras aksi tersebut.

Sebagai seorang pendakwah yang juga menjabat sebagai utusan khusus Presiden di bidang kerukunan beragama, tindakan Gus Miftah dianggap tidak pantas oleh banyak pihak.

Warganet menilai ucapannya bertentangan dengan tugasnya sebagai figur publik yang seharusnya memberikan contoh baik, terutama di hadapan masyarakat luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.