Akurat
Pemprov Sumsel

Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025 tentang Apa? Bagaimana Pandangan Islam soal Weton Jawa?

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Februari 2025, 06:21 WIB
Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025 tentang Apa? Bagaimana Pandangan Islam soal Weton Jawa?

AKURAT.CO Kalender Jawa Weton 3 Februari 2025 tentang apa? Pada tanggal 3 Februari 2025 ini, menurut kalender Jawa, bertepatan dengan hari Senin Legi, atau dalam penanggalan Jawa disebut sebagai 4 Ruwah 1958 Je.

Weton ini memiliki neptu 9, yang diperoleh dari penjumlahan nilai hari Senin (4) dan pasaran Legi (5). Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton sering digunakan untuk menentukan karakter seseorang, kecocokan jodoh, dan memilih hari baik untuk berbagai keperluan.

Pandangan Islam terhadap Keyakinan Weton

Dalam Islam, keyakinan terhadap weton perlu ditinjau dengan hati-hati. Jika seseorang meyakini bahwa weton dapat menentukan nasib, keberuntungan, atau kesialan seseorang, maka hal ini bisa masuk dalam kategori syirik.

Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dalam hal yang hanya menjadi hak Allah, termasuk dalam menentukan takdir manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ

Artinya: "Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah), tidak ada kepercayaan pada pertanda buruk, tidak ada kepercayaan pada burung hantu, dan tidak ada kepercayaan pada bulan Shafar." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Kalender Jawa Weton 30 Januari 2025 Tentang Apa? Yuk Lihat Bagaimana Islam Merespons Ini

Hadis ini menunjukkan bahwa mempercayai sesuatu sebagai penentu keberuntungan atau kesialan, termasuk melalui perhitungan seperti weton, bertentangan dengan ajaran Islam.

Kepercayaan seperti ini dapat mengarah pada syirik kecil (syirik asghar), yaitu mempersekutukan Allah dalam hal yang tidak semestinya.

Namun, jika weton hanya digunakan sebagai bagian dari tradisi budaya, misalnya untuk menentukan hari baik dalam acara adat tanpa meyakini bahwa hal itu benar-benar memengaruhi nasib, maka hal itu tidak serta-merta dilarang.

Dalam Islam, sesuatu yang bersifat budaya diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan akidah dan syariat.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ

Artinya: "Dan di sisi-Nya ada kunci-kunci semua yang gaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia." (QS. Al-An’am: 59)

Ayat ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui perkara gaib, termasuk masa depan dan nasib manusia.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk bersandar sepenuhnya kepada Allah dan tidak menggantungkan hidupnya pada perhitungan-perhitungan tertentu yang tidak memiliki dasar dalam syariat.

Baca Juga: Kalender Jawa Weton vs Kalender Hijriyah: Mana yang Lebih Akurat Menurut Islam?

Kesimpulannya, jika weton diyakini sebagai penentu nasib, maka hal itu bertentangan dengan ajaran Islam dan bisa termasuk dalam kategori syirik.

Namun, jika sekadar dipakai sebagai bagian dari tradisi tanpa keyakinan bahwa ia memiliki kekuatan tertentu, maka hukumnya mubah (boleh).

Yang terpenting, seorang Muslim harus selalu bertawakal kepada Allah dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya sudah diatur oleh-Nya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.