Akurat
Pemprov Sumsel

Kabur Aja Dulu ke Luar Negeri di Saat Susah Cari Kerja di Negara Sendiri, Apa Hukumnya Menurut Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 19 Februari 2025, 10:00 WIB
Kabur Aja Dulu ke Luar Negeri di Saat Susah Cari Kerja di Negara Sendiri, Apa Hukumnya Menurut Islam?

AKURAT.CO Akhir-akhir ini ramai isu adanya sebagian orang yang memilih kabur ke luar negeri dengan alasan susah cari pekerjaan di negara sendiri.

Dalam kondisi sulit mencari pekerjaan di negeri sendiri, banyak orang memilih untuk merantau ke luar negeri demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Namun, muncul pertanyaan: apakah tindakan ini dibenarkan menurut ajaran Islam?

Apakah meninggalkan tanah air untuk mencari rezeki di negeri asing merupakan sebuah keharusan, pilihan, atau justru sesuatu yang tidak dianjurkan?

Hijrah dalam Perspektif Islam

Islam tidak pernah melarang seseorang untuk berpindah tempat demi mencari kehidupan yang lebih layak. Dalam sejarah Islam, konsep hijrah sangat lekat dengan perjalanan hidup Rasulullah ﷺ dan para sahabat.

Hijrah ke Habasyah dan kemudian ke Madinah menjadi bukti bahwa berpindah tempat untuk kebaikan merupakan sunnatullah yang sudah berlangsung sejak dahulu.

Baca Juga: Viral #KaburAjaDulu, Wamenaker: Mau Kabur, Kabur Saja, Kalau Perlu Jangan Balik Lagi

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

ومن يهاجر في سبيل الله يجد في الأرض مراغما كثيرا وسعة ومن يخرج من بيته مهاجرا إلى الله ورسوله ثم يدركه الموت فقد وقع أجره على الله وكان الله غفورا رحيما

"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai tujuan), maka sungguh pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa: 100)

Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah bisa menjadi jalan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Bahkan, Allah menjamin keluasan rezeki bagi mereka yang berpindah tempat demi tujuan yang baik.

Mencari Rezeki di Negeri Orang

Rasulullah ﷺ sendiri telah memberikan teladan bahwa mencari rezeki bukanlah sesuatu yang harus terkungkung dalam batas-batas wilayah tertentu.

Islam justru mendorong umatnya untuk bekerja keras dan tidak hanya mengandalkan nasib semata. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

اطلبوا الرزق في خبايا الأرض

"Carilah rezeki di pelosok-pelosok bumi." (HR. Thabrani)

Hadis ini memberikan isyarat bahwa bumi Allah begitu luas, dan rezeki bisa ditemukan di mana saja. Selama usaha itu dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melupakan kewajiban agama, maka berpindah tempat untuk mencari nafkah adalah sesuatu yang dianjurkan.

Namun, ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Islam mengajarkan bahwa merantau atau berhijrah harus tetap dalam koridor syariat.

Jika seseorang meninggalkan negerinya dengan cara ilegal, melakukan penipuan, atau terlibat dalam pekerjaan yang haram di negeri orang, maka tindakan ini tidak diperbolehkan.

Tanggung Jawab terhadap Tanah Air

Meskipun Islam membolehkan seseorang untuk mencari rezeki di luar negeri, ada juga tanggung jawab yang tetap harus diingat. Rasulullah ﷺ bersabda:

حب الوطن من الإيمان

"Cinta tanah air adalah bagian dari iman." (HR. Baihaqi)

Meninggalkan negeri bukan berarti melupakan tanah air. Justru, jika seseorang merantau dan berhasil, ia memiliki tanggung jawab moral untuk membantu membangun negerinya sendiri.

Banyak sahabat Nabi yang setelah berhijrah, kembali ke tanah air mereka untuk menyebarkan Islam dan membangun peradaban.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aries Hari Ini, 17 Februari 2025, dalam Perspektif Islam

Kesimpulannya, dalam Islam, mencari pekerjaan di luar negeri bukanlah tindakan yang dilarang.

Bahkan, jika dilakukan dengan niat yang baik dan cara yang halal, hal ini bisa menjadi bagian dari upaya memenuhi kewajiban mencari nafkah.

Namun, seseorang yang merantau tetap harus memegang teguh nilai-nilai Islam, tidak melupakan kewajibannya kepada Allah, serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat.

Bumi Allah luas, dan rezeki bisa dicari di mana saja. Yang terpenting adalah tetap berada di jalan yang benar, menjaga keimanan, dan tidak melupakan asal-usul serta tanggung jawab terhadap tanah air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.