Nonton Film Streaming Indoxxi LK21, Termasuk Bentuk Kemaksiatan atau Bukan?

AKURAT.CO Nonton film streaming Indoxxi LK21 sering menjadi bahan tontonan sebagian netizen. Perkembangan teknologi membawa kemudahan luar biasa dalam mengakses hiburan, termasuk menonton film secara online.
Namun, di tengah kemudahan ini, muncul fenomena situs streaming ilegal seperti Indoxxi dan LK21 yang menyediakan film gratis tanpa izin resmi.
Pertanyaannya kemudian, apakah aktivitas menonton film di situs tersebut termasuk bentuk kemaksiatan dalam pandangan Islam?
Untuk menjawab hal ini, kita perlu meninjaunya dari sudut pandang hukum Islam yang mendasarkan segala penilaian pada Al-Qur'an dan Sunnah.
Islam menegaskan pentingnya kejujuran dan keadilan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam menghargai hak orang lain. Film yang diunggah di situs ilegal adalah hasil karya yang memiliki hak cipta.
Mengaksesnya tanpa izin sama saja dengan mengambil hak orang lain tanpa kerelaan. Ini sejalan dengan konsep ghasab dalam Islam, yaitu mengambil hak orang lain dengan cara yang tidak sah. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَـٰنَـٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ
Artinya: "Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil." (QS. An-Nisa: 58)
Ayat ini menegaskan kewajiban untuk menjaga amanah dan keadilan. Dalam konteks hak cipta, karya film merupakan amanah yang harus dihargai.
Mengakses dan menikmati film dari sumber ilegal tanpa membayar atau tanpa izin pemilik hak adalah bentuk pelanggaran amanah dan ketidakadilan.
Maka, dari sisi ini, aktivitas tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk kemaksiatan karena melanggar prinsip dasar Islam tentang keadilan dan hak.
Selain pelanggaran hak, menonton film di situs ilegal juga berarti mendukung keberlangsungan aktivitas yang dilarang, yaitu pembajakan. Islam melarang segala bentuk keterlibatan dalam perbuatan dosa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ
Artinya: "Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al-Ma'idah: 2)
Dengan mengakses situs ilegal, kita menjadi bagian dari rantai yang mendukung penyebaran konten bajakan, yang merugikan banyak pihak, termasuk pembuat film dan industri kreatif. Ini adalah bentuk kerja sama dalam kemaksiatan yang dilarang dalam Islam.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah konten yang disajikan di situs-situs ilegal sering kali tidak terkontrol.
Banyak di antaranya menampilkan iklan atau adegan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti pornografi, kekerasan berlebihan, atau hal-hal yang merusak akhlak. Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjaga pandangan dan kehormatan diri:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ
Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30)
Paparan terhadap konten yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dapat merusak hati dan pikiran, menjauhkan kita dari nilai-nilai kesucian yang diperintahkan Allah. Maka, memilih sumber hiburan yang halal dan aman menjadi bagian dari menjaga diri dari kemaksiatan.
Berdasarkan dalil-dalil tersebut, menonton film di situs streaming ilegal seperti Indoxxi dan LK21 bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki dimensi hukum yang jelas dalam Islam.
Aktivitas ini mengandung unsur pelanggaran hak, keterlibatan dalam perbuatan dosa, dan potensi terpapar konten yang merusak akhlak.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa menonton film dari sumber ilegal termasuk dalam bentuk kemaksiatan, karena bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan, amanah, dan kesucian moral yang diajarkan Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









