Niat Membayar Zakat Fitrah untuk Anak Bayi yang Masih Kecil

AKURAT.CO Berikut adalah niat membayar zakat fitrah untuk anak bayi yang masih kecil.
Menjelang akhir bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan solidaritas sosial terhadap sesama.
Zakat ini diwajibkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, bahkan bagi bayi yang baru lahir sekalipun.
Orang yang bertanggung jawab atas pembayaran zakat fitrah untuk bayi adalah wali atau orang tua yang menanggung nafkahnya.
Dalam Islam, niat memegang peranan penting dalam setiap ibadah, termasuk zakat fitrah.
Meskipun dalam mazhab Syafi'i niat ini cukup dihadirkan di dalam hati, sebagian ulama menyarankan untuk melafalkannya agar lebih menegaskan kesadaran dalam beribadah.
Baca Juga: Jadwal Cuti Bersama dan Libur Lebaran 2025, Berikut Rinciannya
Berikut adalah lafal niat membayar zakat fitrah untuk anak bayi dalam bahasa Arab beserta artinya:
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak saya sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Pembayaran zakat fitrah untuk anak kecil didasarkan pada tanggung jawab nafkah yang diemban oleh orang tuanya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar:
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar, dan beliau memerintahkan agar zakat itu ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat Id." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis ini, jelas bahwa bayi yang baru lahir sebelum malam Idul Fitri pun sudah termasuk dalam kewajiban zakat fitrah. Orang tua atau wali wajib mengeluarkan zakat fitrah bagi bayi yang berada dalam tanggungan mereka.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 26 Maret 2025 Wilayah Jakarta: Waktu Sahur, Shalat dan Buka Puasa
Dalam praktiknya, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu satu sha’ atau sekitar 2,5 hingga 3 kg beras, gandum, atau makanan pokok lain yang dikonsumsi di daerah setempat. Jika dalam bentuk uang, maka jumlahnya disesuaikan dengan harga makanan pokok tersebut.
Membayar zakat fitrah untuk bayi bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga melatih kesadaran akan pentingnya berbagi sejak dini.
Dengan demikian, keberkahan Ramadhan semakin terasa karena setiap Muslim, dari yang paling tua hingga yang baru lahir, dapat ikut serta dalam kebahagiaan Idul Fitri dengan hati yang suci dan penuh keikhlasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









