Akurat
Pemprov Sumsel

Erdogan Sayangkan Dunia Islam Gagal Cegah Penghancuran Zionis atas Gaza

Fajar Rizky Ramadhan | 19 April 2025, 13:27 WIB
Erdogan Sayangkan Dunia Islam Gagal Cegah Penghancuran Zionis atas Gaza

 

AKURAT.CO Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan rasa kecewanya atas kegagalan dunia Islam dalam mencegah penghancuran Jalur Gaza dan kematian puluhan ribu warga Palestina.

Hal itu ia ungkapkan dalam pertemuan kelompok parlemen pendukung Palestina di Istanbul pada Jumat (18/4/2025).

“Saya sedih karena segala upaya, mulai dari diplomasi hingga kontak langsung, telah kami lakukan. Namun, penghancuran total Gaza dan kematian hampir 60.000 warga Palestina tetap tidak dapat dicegah,” ujarnya.

Erdogan menyoroti betapa banyak pihak hanya menjadi penonton atas tragedi kemanusiaan tersebut. Ia menyebut pemerintahan Israel saat ini telah “dikuasai oleh kegilaan total,” dengan tindakan membabi buta membunuh anak-anak, perempuan, dan orang tua Palestina.

Baca Juga: Zionis Israel Lanjutkan Serangan ke Gaza Sesaat Setelah Gencatan Senjata Diumumkan

“Jurnalis dibunuh, organisasi media internasional menonton. Anak-anak dibunuh, aktivis hak asasi manusia menonton. Tatanan dunia yang tidak mendukung pihak yang tertindas ditakdirkan untuk menjadi mainan para penindas,” tegasnya.

“Di mana negara-negara Barat yang akan memberlakukan embargo senjata terhadap Israel pada insiden sekecil apa pun?,” tambahnya.

Konflik di Gaza kembali memanas sejak 18 Maret 2025, setelah Israel meluncurkan serangan sebagai respons atas penolakan Hamas terhadap proposal perpanjangan gencatan senjata dari Amerika Serikat. Gencatan senjata sebelumnya berakhir pada 1 Maret.

Selain serangan militer, Israel juga memutus pasokan listrik ke pabrik desalinasi dan menutup akses masuk bagi truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.