Akurat
Pemprov Sumsel

Kisah Haru Bapak Niman, Wali Wisudawan STAI Nurul Iman: Saya Hanya Kuli Kebun, Serasa Mimpi Anak Saya Sarjana

Fajar Rizky Ramadhan | 24 April 2025, 14:27 WIB
Kisah Haru Bapak Niman, Wali Wisudawan STAI Nurul Iman: Saya Hanya Kuli Kebun, Serasa Mimpi Anak Saya Sarjana

 

AKURAT.CO Sekolah Tinggi Agama Islam (STAU) Nurul Iman Parung Bogor mewisuda sebanyak 448 mahasiswa dan mahasiswi pada Kamis, 24 April 2025, di Masjid Toha Yayasan Al-Ashriyah Nurul Iman, Parung Bogor.

Wisuda perguruan tinggi Islam di bawah naungan Yayasan Al-Ashriyah Nurul Iman ini bukan hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga menjadi panggung haru yang menyentuh hati banyak orang.

Salah satu kisah paling menyentuh datang dari seorang wali wisudawan bernama Niman Ali Syabana, yang akrab disapa Bapak Niman.

Dalam suasana yang penuh keharuan, Bapak Niman menyampaikan testimoni tulusnya sebagai ayah dari Deni Mardiansyah, wisudawan Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyah pada wisuda ke-XIV tersebut.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan bahwa perjalanan anaknya hingga meraih gelar sarjana adalah sebuah mimpi yang dulu terasa mustahil. Namun, layaknya mimpi, hal itu menjadi nyata dengan beasiswa yang diberikan Yayasan Al-Ashriyah Nurul Iman.

“Umi, izinkan saya Bapak Niman, ayah dari Deni Mardiyansah, anak yang sudah masuk SD sejak 2010 hingga sekarang wisuda di 2025. Anak saya empat semua juga di Al-Ashriyah Nurul Iman.” ucapnya kepada Ketua STAI Nurul Iman Parung Bogor, Dr. Hj. Umi Waheeda, S.Psi., M.Si., mengawali pernyataan yang membuat banyak hadirin terdiam haru.

Baca Juga: Wisuda 448 Sarjana, Ketua STAINI Parung Bogor: Gelar Sarjana Adalah Gerbang Menuju Pengabdian

Ia pun menjelaskan latar belakang kehidupannya yang penuh keterbatasan. Sebagai kuli kebun di satu perumahan di Pondok Labu, Jakarta Selatan, ia tak jarang harus memilih antara mengisi perut atau membayar kebutuhan hidup lainnya.

Ia sangat berterimakasih kepada Yayasan Al-Ashriyah Nurul Iman, telah memberikan pendidikan secara gratis kepada anak-anaknya, bahkan hingga menjadi sarjana.

“Umi, saya saat ini bekerja sebagai pekerja kuli kebun. Jangankan untuk bayar sekolah, Umi. Buat makan saja pas-pasan. Saya seperti bermimpi, Umi, anak saya sekarang sudah menjadi sarjana.” lanjutnya, dengan nada lirih penuh syukur.

Ungkapan terima kasih juga tak luput ia sampaikan kepada pimpinan pesantren dan seluruh keluarga besar Al-Ashriyah Nurul Iman yang telah mendidik dan membesarkan anak-anaknya dengan sepenuh hati.

“Mudah-mudahan Umi sekeluarga selalu dikaruniai kesehatan dan dimurahkan rezeki yang berlimpah. Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Dan mohon maaf bila ada kesalahan dari anak saya selama di pesantren.” tuturnya penuh hormat.

Di balik kalimat-kalimat sederhana itu, tersimpan pergulatan panjang seorang ayah yang tak menyerah pada keadaan. 

Ia adalah potret pejuang pendidikan, yang meski hidup dalam kekurangan, tetap menanamkan harapan besar pada masa depan anak-anaknya.

Empat orang anaknya ia pondokkan di lembaga pendidikan yang sama—sebuah bentuk keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju perubahan hidup.

Baca Juga: Mahasiswa STAI Nurul Iman Raih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah di IAIN Langsa Aceh

Bapak Niman bukan hanya mewakili dirinya sendiri, tetapi juga ribuan orang tua di pelosok negeri yang bermimpi anak-anak mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Kisahnya menyuarakan pesan bahwa gelar sarjana bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga kemenangan atas keterbatasan, ketabahan, dan cinta tanpa syarat dari orang tua.

Momen haru tersebut menjadi bagian penting dari prosesi wisuda STAI Nurul Iman tahun ini—menghadirkan dimensi emosional yang jarang tersentuh dalam dunia akademik.

Di tengah riuh tepuk tangan para hadirin, kisah Bapak Niman menjadi bukti bahwa mimpi, betapapun sederhananya, bisa menjadi kenyataan bila diperjuangkan dengan tulus.

Sebagai informasi tambahan, wisuda STAI Nurul Iman Parung Bogor ke-XIV diikuti oleh 448 mahasiswa yang terdiri dari tiga program studi, yaitu Ahwal al-Syakhsiyah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Acara wisuda ini juga dihadiri oleh Prof. Arskal Salim GP, M.Ag., Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Dr. H. Dadan Suherdiana, M.Ag., Ketua Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Kopertais Wilayah II Jawa Barat, dan Nursaid, S.Sos., MM, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal.

Tak hanya itu, kegiatan tahunan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Polres Bogor, Polsek Parung, dan Danramil Parung Bogor serta Civitas akademika STAI Nurul Iman Parung Bogor.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.