Kisah Zahra Aqila Jemaah Haji Termuda Asal Gresik: Tidak Terbayang Sebelumnya

AKURAT.CO Zahra Aqila Rahmah, siswi kelas XII asal Gresik, menjadi salah satu jemaah haji termuda Indonesia tahun ini.
Di usianya yang baru menginjak 18 tahun dan belum resmi lulus SMA, Zahra diberi kesempatan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, menggantikan almarhum ayahnya.
Keberangkatannya ke Makkah ditemani sang bibi, Mulazimah (45), menjadi momen penuh haru. Zahra mengaku, kesempatan ini begitu emosional karena berkaitan langsung dengan kepergian sang ayah.
"Kalau ingat keberangkatan ini karena menggantikan ayah saya yang telah tiada rasanya masih ingin menangis. Tapi di satu sisi, saya bisa menjadi tamu Allah di usia yang masih muda, itu adalah karunia yang masya Allah luar biasa, tidak terbayang sebelumnya,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Baca Juga: Dua Calon Jemaah Haji Tertua dari Aceh Besar Siap Berangkat, Usianya Hampir Satu Abad
Zahra mengungkapkan bahwa ibunya telah lebih dulu berhaji pada tahun 2022, saat dirinya masih berusia 15 tahun dan belum memenuhi syarat usia.
Kini di usia 18 tahun, Zahra merasa sudah cukup siap, baik secara mental maupun fisik, untuk menjalankan rukun Islam kelima.
"Alhamdulillah persiapannya sudah matang. Sebelum berangkat sudah diberitahu sama mama tata cara ibadah di tanah suci, lalu apa saja yang harus dibawa. Karena mama sudah haji tahun 2022. Ditambah juga ikut bimbingan manasik juga," jelasnya.
Keberangkatan haji ini juga menjadi penanda tahun istimewa bagi Zahra. Selain ibadah haji, ia juga diterima di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Baca Juga: Gunakan Visa Ziarah, 30 Calon Jemaah Haji Ilegal Berhasil Masuk ke Arab Saudi
"Saat mama berangkat haji 2022 saya masih umur 15 tahun sehingga secara regulasi belum cukup umur untuk dapat berangkat. Tahun ini umur saya sudah 18 tahun dan kebetulan dengan bude saya," ujarnya.
Kisah Zahra menjadi potret inspiratif generasi muda yang tetap teguh dalam spiritualitas meski dalam usia belia. Ia menjadi bukti bahwa panggilan ibadah bisa datang kapan saja, bahkan dalam momentum kehilangan yang menyedihkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







