PPIH Pastikan Layanan Jemaah Haji Aman Meski Kloter Diisi Banyak Syarikah

AKURAT.CO Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa layanan jemaah haji Indonesia berjalan aman dan terkendali, meskipun terdapat dinamika baru dalam sistem kloter yang kini diisi oleh berbagai syarikah penyedia layanan.
“Semua layanan mulai dari penyambutan, akomodasi, transportasi hingga konsumsi berjalan dengan baik. Alhamdulillah, setelah lima hari operasional haji dimulai, semua berjalan lancar,” ujar Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, dikutip dari laman resmi Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Ditjen PHU), Jumat (16/5/2025).
Muchlis menambahkan bahwa persoalan kecil yang muncul di lapangan langsung dapat ditangani secara sigap oleh para petugas. “Mereka adalah tenaga-tenaga yang solid dan tahu betul bagaimana menangani persoalan di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Hukum Meyakini Kalender Jawa Weton Perspektif Islam
Tahun ini, sistem kloter mengalami perubahan signifikan: satu kloter kini bisa diisi oleh jemaah dari berbagai syarikah. Dari 55 kloter awal yang tercatat, hanya 13 yang seluruh jemaahnya berasal dari satu syarikah.
Saat ini terdapat delapan syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Masing-masing menangani antara 11.000 hingga 36.000 jemaah.
“Sistem ini membawa dinamika baru dalam koordinasi. Tapi Alhamdulillah, koordinasi kami dengan semua syarikah berjalan baik, dan jemaah tetap mendapat layanan yang layak,” jelas Muchlis.
Muchlis juga menekankan pentingnya pendampingan bagi jemaah yang terpisah dari kelompoknya karena perbedaan syarikah, meski hanya satu atau dua orang.
Baca Juga: Komisi VIII DPR Desak Kemenag Evaluasi Sistem Syarikah dalam Penyelenggaraan Haji 2025
Fase krusial selanjutnya, menurut Muchlis, adalah pergerakan jemaah dari Madinah ke Mekkah yang dimulai pada 10 Mei. Perpindahan ini menjadi kunci utama keberhasilan operasional haji, terutama saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Kunci kesuksesan haji itu pada pergerakan, terutama di Armuzna. Karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan seluruh syarikah agar tidak ada gangguan saat puncak pergerakan jemaah,” pungkasnya.
Dengan sistem multi-syarikah ini, tantangan koordinasi di lapangan meningkat. Namun, PPIH tetap optimis, soliditas tim serta pengalaman bertahun-tahun akan menjadi kunci untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan para tamu Allah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









