Emak-Emak Jemaah Haji Asal Indonesia Jadi Sorotan Usai Gercep Tolong Pria Lebanon Alami Serangan Jantung

AKURAT.CO Tindakan sigap seorang jemaah haji asal Indonesia menarik perhatian publik internasional. Perempuan bernama Rachmawaty Ahmadi terekam kamera tengah menolong seorang pria asal Lebanon yang tiba-tiba terjatuh karena serangan jantung di area sekitar Masjidil Haram.
Momen yang diabadikan dan dibagikan melalui akun Instagram pribadi Rachmawaty ini memperlihatkan kepedulian dan keberanian emak-emak asal Indonesia tersebut. Dalam video, tampak Rachmawaty segera mendekati pria yang terduduk lemas, lalu dengan cepat memberikan pertolongan pertama semampunya.
Tanpa ragu, ia menepuk-nepuk bagian tubuh pria itu, termasuk di area lengan dan bawah ketiak. Ia juga memberikan pijatan di ruas-ruas jari tangan—sebuah teknik sederhana yang ia pelajari dari pengalaman dan literatur yang pernah dibacanya.
Baca Juga: Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2025 Berlangsung Empat Hari, Ini Jadwal Resminya
“Bapak ini orang Lebanon tiba-tiba kena serangan jantung dan dia menangis kesakitan. Dengan mengucapkan bismillah, nenek mencoba menolongnya berdasarkan apa yang nenek tahu dan pernah baca. Alhamdulillah bapak tersebut sehat dan bisa kembali sholat,” tulis Rachmawaty dalam unggahannya.
Situasi tersebut sempat menarik perhatian sejumlah jemaah haji lainnya yang mencoba ikut membantu, salah satunya dengan menawarkan air minum. Namun, Rachmawaty meminta agar pria tersebut tidak segera diberi minum, mengingat kondisi yang belum stabil dan dikhawatirkan justru memperburuk keadaan.
Setelah beberapa menit, kondisi pria Lebanon tersebut berangsur membaik. Ia pun mengucapkan terima kasih berkali-kali kepada Rachmawaty dengan mata berkaca-kaca.
Tindakan kemanusiaan ini menuai banyak pujian di media sosial. Warganet dari berbagai latar belakang memuji keberanian dan ketulusan Rachmawaty. Beberapa bahkan menyebut dirinya sebagai “pahlawan berhati lembut”.
Baca Juga: Doa di Hari Arafah Bagaimana? Apa Manfaatnya bagi Umat Islam?
Respons hangat dari masyarakat dunia terhadap aksi ini menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan tidak mengenal batas negara, bahasa, ataupun usia. Dalam situasi darurat, keberanian dan empati justru menjadi penolong pertama yang paling dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








