Akurat
Pemprov Sumsel

Prediksi HK dalam Islam Masuk Kategori Togel, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Juni 2025, 07:39 WIB
Prediksi HK dalam Islam Masuk Kategori Togel, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

AKURAT.CO Fenomena prediksi HK atau prediksi angka keluaran Hongkong telah menjadi bagian dari praktik perjudian modern yang marak di masyarakat, khususnya di kalangan pengguna internet dan pemain togel daring.

Prediksi ini biasanya berupa ramalan angka yang dianggap memiliki kemungkinan besar untuk muncul dalam hasil pengundian togel Hongkong.

Banyak orang yang kemudian meyakini angka-angka ini sebagai angka keberuntungan atau “angka hoki” yang diyakini dapat memberikan kemenangan dan keuntungan finansial instan. Namun, bagaimana Islam memandang fenomena seperti ini?

Dalam ajaran Islam, segala bentuk aktivitas yang mengandung unsur perjudian, termasuk togel dan bentuk turunannya seperti prediksi HK, dihukumi haram. Ini karena prediksi angka dalam togel tidak lain merupakan bagian dari mekanisme perjudian.

Seseorang memasang sejumlah uang dengan harapan mendapatkan imbalan yang jauh lebih besar, namun hasilnya sangat bergantung pada angka yang keluar secara acak.

Tidak ada unsur usaha yang halal dan terukur di dalamnya, melainkan hanya spekulasi, keberuntungan, dan harapan kosong. Ini jelas sejalan dengan definisi judi atau al-maisir dalam terminologi fikih.

Baca Juga: Hukum Meyakini Prediksi HK dalam Islam, Apakah Tergolong Judi?

Al-Qur’an dengan sangat tegas melarang perjudian. Dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يا أيها الذين آمنوا إنما الخمر والميسر والأنصاب والأزلام رجس من عمل الشيطان فاجتنبوه لعلكم تفلحون

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dari perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung.

Dalam ayat ini, perjudian disebut secara eksplisit sebagai rijsun min ‘amali asy-syayṭān, yaitu perbuatan najis dan kotor dari pekerjaan setan. Perintah untuk menjauhinya (فَاجْتَنِبُوهُ) mengandung makna larangan keras. Maka, segala bentuk permainan angka yang melibatkan taruhan dan pengharapan keuntungan tanpa kerja yang sah, termasuk prediksi HK, termasuk dalam cakupan larangan ini.

Lebih dari itu, keyakinan terhadap prediksi angka sebagai sumber keuntungan juga bertentangan dengan prinsip tauhid. Seorang Muslim tidak boleh menggantungkan nasib dan rezekinya pada angka-angka acak yang tidak memiliki dasar ilmiah maupun syar’i.

Menggantungkan harapan kepada angka prediksi bukan hanya mencederai logika, tapi juga bisa menjerumuskan seseorang kepada syirik khafi, yaitu syirik tersembunyi yang merusak akidah.

Dalam Islam, rezeki adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah, bukan oleh ramalan, angka keberuntungan, atau sistem pengundian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من أتى كاهنًا أو عرّافًا فسأله فصدّقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد

Artinya: Barang siapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad. (HR. Ahmad)

Meskipun konteks hadis ini menyangkut tukang ramal, esensinya juga berlaku pada kepercayaan terhadap prediksi angka yang didasarkan pada intuisi, kabar burung, atau sistem statistik spekulatif tanpa dasar ilmiah yang valid.

Ketika seseorang meyakini bahwa angka tertentu akan mendatangkan keberuntungan dan kekayaan, maka keyakinan tersebut sama dengan mempercayai hal yang ghaib tanpa dalil syar’i, dan ini sangat berbahaya bagi keimanan.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jenazah Lengkap, Panduan Praktis untuk Umat Muslim

Togel, termasuk prediksi HK, bukan sekadar permainan atau hiburan. Ia adalah bentuk perbudakan modern yang menggoda dengan ilusi kemenangan dan kekayaan.

Padahal pada akhirnya, ia menjerat seseorang dalam siklus kerugian, kecanduan, dan kemiskinan spiritual. Maka dari itu, dalam Islam, prediksi HK yang merupakan bagian dari sistem togel dihukumi haram, baik secara praktik maupun keyakinan terhadapnya.

Umat Islam diajarkan untuk mencari rezeki melalui cara yang halal, melalui kerja keras, usaha yang jujur, dan tawakal kepada Allah. Islam tidak pernah menjanjikan kekayaan instan melalui jalan yang batil, tetapi mengajarkan bahwa keberkahan rezeki datang dari proses yang bersih dan bernilai ibadah.

Wallahu A'lam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.