Akurat
Pemprov Sumsel

Terjadi Gempa Bumi di Bekasi dengan Magnitudo 4,9, Ini Doa dalam Al-Qur'an saat Terjadi Musibah

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Agustus 2025, 07:00 WIB
Terjadi Gempa Bumi di Bekasi dengan Magnitudo 4,9, Ini Doa dalam Al-Qur'an saat Terjadi Musibah

AKURAT.CO Bekasi kembali diguncang gempa bumi pada Rabu malam, 20 Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi pada pukul 19.54 WIB.

Getaran gempa dirasakan hingga Purwakarta, Depok, Bandung, Jakarta, bahkan Tangerang Selatan.

BMKG menyebut episenter gempa terletak di darat, sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

Getaran tercatat pada Skala Intensitas III–IV MMI di wilayah Bekasi dan sekitarnya, yang artinya guncangan terasa nyata di dalam rumah. Meski cukup kuat, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

Peristiwa alam seperti gempa bumi selalu menjadi pengingat bagi manusia betapa lemahnya daya manusia dibandingkan dengan kekuasaan Allah SWT.

Dalam situasi genting, doa menjadi salah satu ikhtiar batin yang dapat menenangkan hati serta memohon keselamatan dari Allah.

Baca Juga: Gempa Hantam Bekasi, Ini Doa agar Tidak Ada Korban

Al-Qur’an sendiri memuat doa-doa yang relevan untuk dibaca saat terjadi musibah, baik berupa bencana alam maupun ujian hidup lainnya.

Salah satu doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an adalah doa Nabi Ayyub ketika beliau diuji dengan penderitaan besar. Allah merekam doa ini dalam Surah Al-Anbiya ayat 83:

رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Rabbi innī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.

Artinya: “Ya Rabbku, sungguh aku telah ditimpa kesusahan, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Doa ini mencerminkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah, bahwa setiap ujian yang menimpa pada hakikatnya hanyalah jalan untuk kembali berserah diri.

Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 286, umat Islam juga diajarkan untuk memohon keringanan dan perlindungan dari bencana:

رَبَّنَا لَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا

Rabbanā lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa‘fu ‘annā waghfir lanā warḥamnā.

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami.”

Doa ini dapat menjadi bacaan yang menenangkan hati, sekaligus menguatkan keyakinan bahwa Allah tidak akan membebani seorang hamba di luar batas kemampuannya.

Baca Juga: Doa Guru untuk Muridnya itu Mustajab, Ini Dalilnya dalam Islam

Musibah, termasuk gempa bumi, memang tidak bisa dicegah sepenuhnya oleh manusia. Namun, doa, dzikir, dan kesabaran merupakan jalan agar hati tetap tegar, sembari masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan serta ikhtiar menjaga keselamatan diri.

Gempa bumi di Bekasi kali ini kembali mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia sangat rapuh. Dengan doa, umat Islam diharapkan mampu menghadapi bencana dengan ketenangan, penuh tawakal, dan tetap berpegang pada keyakinan bahwa setiap ujian selalu mengandung hikmah dari Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.