Kisah Haru Firman Noor, Santri Al-Khoziny yang Memilih Bantu Teman saat Bangunan Pondok Ambruk

AKURAT.CO Suasana duka menyelimuti pemakaman umum di Jalan Tembok Lor, Surabaya, Minggu (5/10/2025) dini hari. Tangis keluarga dan warga pecah ketika jenazah Firman Noor (16), santri Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, tiba di rumah duka untuk dimakamkan.
Firman menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny pada Senin (29/9/2025) sore. Ia dikenal sebagai anak yang ceria, penurut, dan selalu mendahulukan orang lain. Bagi keluarga, kepergiannya bukan hanya duka, tetapi juga kebanggaan.
Menurut keterangan sang paman, Sonhaji, detik-detik terakhir Firman diwarnai tindakan penuh keberanian. Saat bangunan musala runtuh, seorang teman yang terluka sempat menarik tangannya agar keluar dari reruntuhan. Namun Firman justru memilih kembali menolong santri lain yang masih tertimpa puing bangunan.
Baca Juga: Kisah Nur Ahmad, Santri yang Kehilangan Lengan di Tragedi Al-Khoziny
“Saat kejadian, Firman sempat diselamatkan oleh temannya. Tapi dia bilang, ‘Temanku masih di dalam, aku bantu dulu,’ lalu masuk lagi. Setelah itu tidak pernah keluar,” tutur Sonhaji saat ditemui di rumah duka, dengan suara bergetar menahan tangis.
Keputusan itu membuat Firman tertimpa reruntuhan dan akhirnya menjadi korban jiwa, sementara beberapa teman yang ditolongnya berhasil selamat. “Dia anak yang baik, tidak pernah membantah, dan selalu peduli sama orang lain. Dari kecil memang begitu,” tambah Sonhaji.
Firman merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia duduk di bangku kelas dua SMA dan dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan di pondok. Di kampung halamannya, Jalan Tembok Lor, Surabaya, terdapat tujuh santri yang mondok di Al-Khoziny. Dari jumlah itu, enam berhasil selamat, dan hanya Firman yang menjadi korban meninggal dunia.
Jenazah Firman dimakamkan segera setelah tiba dari rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang telah tertimbun puing selama beberapa hari. “Langsung dimakamkan karena kondisinya sudah tidak memungkinkan lama-lama,” ujar Sonhaji.
Baca Juga: 3 Alasan Konkrit Kenapa Mendukung Gaza Palestina Disebut Jihad Fi Sabilillah
Tragedi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al-Khoziny masih menyisakan duka mendalam. Berdasarkan data Basarnas hingga Sabtu (4/10/2025) malam, sebanyak 26 santri ditemukan meninggal dunia dan lebih dari seratus orang berhasil diselamatkan. Dari jumlah korban meninggal, 21 jenazah masih dalam proses identifikasi.
Kini, nama Firman Noor dikenang sebagai santri yang wafat dalam pengorbanan. Di tengah kepanikan dan maut, ia memilih bertahan demi menolong sesama. Sebuah ketulusan yang menegaskan makna sejati dari jiwa santri: berani, beriman, dan rela berkorban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








