MUI Ajak Bangsa Indonesia Tolak Normalisasi dengan Israel dan Tegaskan Dukungan bagi Palestina

AKURAT.CO Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama berbagai ormas Islam, akademisi, lembaga filantropi, dan organisasi pembela Palestina menyampaikan sembilan butir pernyataan sikap dalam peringatan dua tahun “Badai Al-Aqsa”, yang bertepatan dengan momentum serangan besar Israel ke Gaza. Deklarasi tersebut digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Dalam pernyataan yang dibacakan oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, MUI menegaskan penolakan terhadap normalisasi hubungan dengan Israel dan menyerukan persatuan umat Islam di seluruh dunia untuk membela Palestina.
“Mengajak seluruh bangsa Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia untuk meninggalkan perpecahan, menolak normalisasi dengan penjajah Israel, dan bersatu dalam satu barisan keimanan dan kemanusiaan demi pembebasan Palestina dan keselamatan Masjid Al-Aqsa,” ujar Sudarnoto, seperti dikutip dari laman resmi MUI.
MUI juga mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas terhadap segala bentuk propaganda dan gerakan pro-Zionis di dalam negeri. Selain itu, MUI meminta agar pemerintah membuka komunikasi langsung dengan berbagai faksi perlawanan Palestina untuk memperkuat persatuan nasional di negara tersebut dan menggagalkan upaya pendudukan Israel.
Dalam deklarasi itu, MUI turut mengapresiasi langkah diplomatik sejumlah negara, termasuk Indonesia, dalam upaya mewujudkan perdamaian di Palestina. MUI menilai perjuangan rakyat Palestina, termasuk kelompok Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya, merupakan bentuk sah dari pembelaan diri terhadap penjajahan dan genosida yang dilakukan Israel.
Baca Juga: Eks Bendahara Amphuri Akui Ditanya KPK soal Pertemuan dengan Eks Menag Yaqut
MUI juga mengajak masyarakat Indonesia memperkuat solidaritas kemanusiaan dan diplomasi publik, dengan mendorong doa, dukungan moral, serta penggalangan donasi untuk rakyat Gaza. “Pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan amanat keagamaan,” demikian tertulis dalam pernyataan sikap bersama tersebut.
Dalam butir lain, MUI mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membentuk Palestine Room di markas besarnya, yang berfungsi sebagai pusat koordinasi internasional menuju kemerdekaan penuh Palestina.
MUI menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan diplomasi aktif di kancah global, serta mendorong PBB, OKI, dan negara-negara sahabat agar mengambil langkah nyata menghentikan agresi Israel dan mempercepat kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem (Al-Quds Al-Syarif) sebagai ibu kotanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










