Kiai Moqsith Ghazali: Keputusan Rais Aam Berhentikan Gus Yahya Sudah Dipikir Sangat Matang

AKURAT.CO Pengamat keislaman sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama, Kiai Abdul Moqsith Ghazali, memberikan pandangannya mengenai keputusan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang menandatangani risalah yang di dalamnya memberi waktu kepada Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) untuk berhenti dari jabatan Ketua Umum PBNU.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu, 26 November 2025, Moqsith menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan tindakan spontan, melainkan hasil pertimbangan mendalam.
Dalam tulisannya, Moqsith menggambarkan Kiai Miftachul Akhyar sebagai sosok ulama yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia menilai, proses verifikasi yang dilakukan Rais Aam tidak pernah terburu-buru.
“Terlepas dari keputusannya yang dianggap kontroversial belakangan ini, sejauh yang saya amati: Kiai Miftachul Akhyar adalah figur ulama yang tergolong cukup lama dalam mengambil keputusan; hati-hati,” tulis Moqsith.
Baca Juga: PBNU Tegaskan Gus Yahya Diberhentikan dari Jabatan Ketua Umum per 26 November 2025
Ia menjelaskan bahwa sebelum menetapkan sebuah keputusan, Kiai Miftach melakukan investigasi dan verifikasi data secara rinci. Menurutnya, kerja tersebut dijalankan secara telaten bahkan tanpa melibatkan banyak orang.
“Sebelum keputusan diambil, beliau akan melakukan investigasi dan verifikasi data. Secara telaten dan teliti, beliau akan cross-check data satu demi satu — sebuah kerja ‘akademik’ yang melelahkan apalagi bagi orang sepuh seperti beliau. Ajaib, itu dilakukannya secara mandiri,” ujarnya.
Moqsith menambahkan bahwa setelah proses tabayyun yang dirasa cukup, Rais Aam kemudian mengambil waktu yang panjang untuk merenung. Dalam fase itu, interaksi dengan tamu dibatasi secara ketat.
“Ketika tabayyun ke berbagai pihak sudah dianggap cukup dan duduk perkara sudah dipahami, beliau akan merenung cukup lama perihal keputusan apa yang mau diambil,” tulisnya.
“Dalam kondisi begitu, tamu-tamu mulai dibatasi dan beliau bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan mengurung diri; bertafakkur dan beristikharah sambil tidak jarang memarahi diri sendiri," lanjutnya.
Menurut Moqsith, ketika Rais Aam sudah mencapai keyakinan atas sebuah keputusan, maka sikapnya menjadi teguh dan tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun.
“Saat beliau sudah yakin dengan keputusannya, maka tidak ada satu orang pun yang bisa mengubahnya. Beliau batu karang yang kokoh, tahan terhadap hempasan gelombang. Sekali layar terkembang, pantang surut ke tepian — لا يخاف لومة لائم,” ungkapnya.
Ia menilai sebagian orang mungkin akan merasa kecewa, namun keyakinan fikih yang dipegang Kiai Miftach menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan. Karakter tersebut, menurutnya, sudah lama dikenal di kalangan masyarakat Jawa Timur.
“Sebagian orang mungkin akan kecewa dengan keputusan-keputusannya. Tapi, Kiai Miftah tetaplah seorang kiai yang dalam mengambil keputusan selalu mengacu pada ketentuan fikih Islam yang diyakininya,” tulis Moqsith. Ia menambahkan, “Karakter dan pembawaan Almukarram Kiai Miftah yang demikian sebenarnya sudah banyak diketahui orang wabilkhusus Jawa-timuran. Hanya sebagian kita termasuk saya agak lambat mengetahuinya —memang.”
Pernyataan Moqsith ini muncul di tengah polemik internal PBNU yang memuncak setelah risalah hasil rapat Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






