Dari Kampung Haji ke Akuisisi Hotel: Proyek RI di Mekkah ini Baru Akan Jalan Akhir 2026

AKURAT.CO Proyek besar yang selama ini dikenal publik sebagai “Kampung Haji Indonesia” di Arab Saudi kembali mengalami penyesuaian narasi. Pemerintah memastikan pembangunan kompleks haji Indonesia di Mekkah baru akan dimulai pada kuartal IV 2026 dan belum bisa digunakan pada musim haji 2026. Pemanfaatan perdana ditargetkan pada tahun 2027.
Kepastian tersebut disampaikan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, usai mengikuti retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026). Menurut Rosan, Indonesia telah memenangkan bidding lahan di Mekkah, dan saat ini lokasi tersebut masih dalam tahap survei oleh otoritas terkait.
“Pembangunan nanti rencana di kuartal IV-2026. Yang sudah dibeli sedang disurvei Kementerian Haji,” ujar Rosan.
Baca Juga: Kasus Korupsi Kuota Haji Menggantung, Pimpinan KPK Akui Ragu Tetapkan Tersangka
Namun, istilah “pembangunan” yang disampaikan pemerintah belakangan memunculkan pertanyaan publik. Pasalnya, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengungkapkan bahwa aset yang dimaksud bukan sepenuhnya pembangunan dari nol, melainkan akuisisi hotel yang berada di kawasan Tahrir, Mekkah.
“Hotel itu semuanya domainnya Danantara. Kita hanya user saja. Jadi kita enggak memutuskan,” kata Irfan Yusuf.
Ia juga menegaskan bahwa kompleks haji tersebut tidak mungkin digunakan pada musim haji 2026, meski sebelumnya proyek ini kerap disebut-sebut sebagai solusi jangka pendek untuk meningkatkan layanan jemaah Indonesia.
“Oh 2026 belum bisa. Kemungkinan 2027 baru bisa,” ujarnya.
Klarifikasi ini sekaligus menjelaskan perubahan istilah yang beredar di ruang publik: dari “kampung haji”, lalu “kompleks haji”, hingga kini disebut sebagai hotel hasil akuisisi. Perubahan narasi tersebut memicu kritik sebagian masyarakat yang menilai proyek ini belum memiliki komunikasi publik yang konsisten.
Sementara itu, terkait transportasi udara jemaah, pemerintah memastikan tidak ada perubahan skema penerbangan. Seluruh jemaah haji Indonesia tetap akan mendarat di Jeddah dan Madinah, bukan satu kota seperti yang sempat diwacanakan sebelumnya.
“Masih tetap Madinah dan Jeddah. Sampai saat ini belum ada perubahan,” kata Irfan Yusuf.
Sebelumnya, kemenangan Indonesia dalam bidding lahan di Mekkah diumumkan secara resmi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto dengan pemerintah Arab Saudi.
Baca Juga: RI Menang Bidding Kampung Haji di Makkah, Lokasi Hanya 500 Meter dari Masjidil Haram
“Untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan agar sebuah negara bisa memiliki aset di sana,” ujar Prasetyo.
Meski demikian, realisasi proyek ini masih menyisakan pertanyaan besar: apakah kompleks haji ini benar-benar akan menjadi terobosan pelayanan jemaah, atau justru hanya berhenti pada simbol diplomasi dan investasi?
Yang jelas, hingga awal 2026, jamaah haji Indonesia masih harus bersabar. Proyek ambisius yang digadang-gadang sejak bertahun-tahun lalu itu baru benar-benar diuji manfaatnya paling cepat pada musim haji 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










