Akurat Logo

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Dinilai Tidak Adil, Ini Pesan Islam untuk Berbuat Adil

Lufaefi | 13 Mei 2026, 05:44 WIB
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Dinilai Tidak Adil, Ini Pesan Islam untuk Berbuat Adil
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalimantan Barat (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Pontianak, Kalimantan Barat, menjadi perhatian publik setelah viralnya video peserta yang dianggap dirugikan oleh keputusan dewan juri.

Insiden tersebut melibatkan Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak, yang memperoleh pengurangan nilai meski jawabannya dinilai benar oleh banyak penonton dan warganet. Sementara itu, kelompok lain justru mendapatkan poin penuh untuk jawaban serupa.

Kontroversi ini memicu kritik luas di media sosial. Banyak pihak menilai juri tidak memberi ruang klarifikasi secara adil kepada peserta, padahal ajang tersebut membawa nama lembaga negara dan bertujuan menanamkan nilai demokrasi serta keadilan.

Anggota MPR RI, Lalu Hadrian Irfani, bahkan meminta agar perlombaan tersebut dievaluasi dan diulang demi menjaga marwah pendidikan serta integritas kegiatan kebangsaan.

“Apa yang kita lihat bersama bahwa dalam video tersebut juri tidak mendengarkan protes ataupun ketidakpuasan dari salah satu peserta kemudian tidak ditanggapi, itu mencerminkan tidak demokratisnya acara tersebut,” ujarnya dalam sebuah diskusi televisi nasional.

Baca Juga: Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Dinilai Tidak Adil, Ini Hukumnya dalam Islam

Dalam ajaran Islam, sikap adil merupakan nilai utama yang wajib ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam memberi penilaian, keputusan, dan perlakuan terhadap orang lain.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebajikan.”
(QS. An-Nahl: 90)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa keadilan bukan hanya urusan hukum dan pengadilan, tetapi juga menjadi prinsip dalam kehidupan sosial, pendidikan, hingga perlombaan.

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan karena Allah.”
(QS. Al-Ma’idah: 8)

Islam mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh memutuskan sesuatu berdasarkan emosi, keberpihakan, atau ego pribadi. Seorang juri, guru, maupun pemimpin memiliki amanah moral untuk bersikap objektif dan mendengar semua pihak secara proporsional.

Rasulullah SAW juga bersabda:

الْمُقْسِطُونَ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Orang-orang yang berlaku adil akan berada di atas mimbar-mimbar cahaya pada hari kiamat.”
(HR. Muslim)

Baca Juga: MPR Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Akui Ada Kelalaian

Menurut pengamat pendidikan, perlombaan akademik seharusnya menjadi sarana pembelajaran karakter, sportivitas, dan penghargaan terhadap kebenaran. Karena itu, sikap terbuka terhadap koreksi dan kritik sangat penting agar peserta merasa dihargai.

Polemik LCC Empat Pilar MPR RI ini pun menjadi pengingat bahwa nilai keadilan tidak cukup hanya diajarkan dalam teori, tetapi juga harus diwujudkan dalam praktik nyata. Terlebih dalam kegiatan pendidikan yang membawa misi kebangsaan dan pembentukan karakter generasi muda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi