Akurat Logo

Menhaj Bocorkan Jumlah Kuota Haji 2027, Ada Kemungkinan Bertambah!

Lufaefi | 2 Juni 2026, 06:00 WIB
Menhaj Bocorkan Jumlah Kuota Haji 2027, Ada Kemungkinan Bertambah!
Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Yusuf (MCH)

AKURAT.CO Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan sinyal positif terkait kuota haji Indonesia untuk musim haji 1448 H/2027 M. Meski Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan angka resmi, Indonesia mendapat petunjuk awal bahwa kuota haji tahun depan setidaknya akan tetap sama dengan tahun ini, bahkan berpotensi mengalami penambahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat berada di Makkah usai mengikuti rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026. Menurutnya, dokumen awal yang diterima dari otoritas Arab Saudi meminta seluruh negara peserta haji untuk mulai mempersiapkan penyelenggaraan berdasarkan kuota yang berlaku saat ini.

“Kuota haji belum disampaikan secara resmi, tetapi dalam dokumen yang kami terima terdapat arahan agar persiapan dilakukan dengan mengacu pada angka kuota tahun ini,” ujar Irfan, Minggu (31/5/2026) kepada wartawan.

Baca Juga: Jadwal Resmi Haji 2027 Dirilis, Persiapan Penyelenggaraan Dimulai Sejak Mei 2026

Ia menegaskan bahwa pemerintah optimistis kuota haji Indonesia tidak akan berkurang. Bahkan, peluang adanya tambahan kuota masih terbuka apabila Arab Saudi melakukan penyesuaian kebijakan dalam beberapa bulan ke depan.

“Insya Allah kuota tidak akan berkurang. Bahkan ada kemungkinan muncul tambahan kuota jika kebijakan Arab Saudi memungkinkan,” katanya.

Menghadapi kemungkinan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah telah mulai menyusun berbagai langkah antisipatif. Persiapan operasional mencakup aspek akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, konsumsi, hingga pembinaan jemaah agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi apabila jumlah jemaah bertambah.

Menurut Irfan, perencanaan penyelenggaraan haji kini harus dilakukan jauh lebih awal. Selain mempersiapkan haji 2027, pemerintah juga mulai memetakan kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan haji 2028 sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Meski peluang penambahan kuota menjadi kabar baik bagi masyarakat yang masih menunggu antrean keberangkatan, pemerintah juga menyadari bahwa peningkatan jumlah jemaah akan berdampak pada kebutuhan anggaran yang lebih besar. Karena itu, keseimbangan antara biaya penyelenggaraan dan kualitas pelayanan menjadi perhatian utama.

“Kami terus berupaya melakukan efisiensi di berbagai sektor. Namun ruang efisiensi semakin terbatas sehingga perlu perencanaan yang matang agar pelayanan tetap optimal,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irfan menyoroti kebijakan Saudi Vision 2030 yang menargetkan peningkatan jumlah jemaah haji dunia hingga mencapai sekitar lima juta orang setiap tahun. Apabila target tersebut berhasil direalisasikan, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan kuota yang signifikan.

Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu negara yang mendapatkan manfaat dari perluasan kapasitas penyelenggaraan haji tersebut. Jika jumlah jemaah dunia meningkat secara signifikan, peluang bertambahnya kuota Indonesia juga akan semakin besar.

Baca Juga: KPK Belum Berani Jerat Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji, Ini Alasannya

“Kalau kapasitas haji dunia meningkat hingga dua kali lipat, tentu ada kemungkinan kuota Indonesia juga mengalami peningkatan yang cukup besar,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh masyarakat, khususnya para calon jemaah yang saat ini masih berada dalam daftar tunggu keberangkatan. Penambahan kuota diharapkan dapat membantu mempercepat masa tunggu haji yang di sejumlah daerah masih mencapai puluhan tahun.

Pemerintah menegaskan akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Arab Saudi guna memastikan kepentingan jemaah Indonesia tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi