Akurat Logo

Sejarah Tahun Baru Islam, Berikut Amalan yang Patut Dilakukan dan Pahalanya Besar

Lufaefi | 13 Juni 2026, 09:32 WIB
Sejarah Tahun Baru Islam, Berikut Amalan yang Patut Dilakukan dan Pahalanya Besar
Sejarah Tahun Baru Islam (Instagram @neo)

AKURAT.CO Tahun Baru Islam merupakan salah satu momentum penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Peringatan yang jatuh setiap tanggal 1 Muharram ini menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam sejak masa Khalifah Umar bin Khattab RA.

Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya, Tahun Baru Islam lebih dimaknai sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.

Lantas, bagaimana sejarah Tahun Baru Islam dan amalan apa saja yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Muharram?

Sejarah Tahun Baru Islam

Kalender Hijriah mulai digunakan secara resmi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA sekitar tahun 17 Hijriah. Sebelumnya, umat Islam belum memiliki sistem penanggalan baku untuk urusan administrasi pemerintahan maupun surat-menyurat.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa para sahabat kemudian bermusyawarah untuk menentukan titik awal kalender Islam. Beberapa usulan muncul, seperti menjadikan kelahiran Nabi Muhammad SAW, turunnya wahyu pertama, atau peristiwa wafatnya Rasulullah SAW sebagai awal penanggalan.

Namun akhirnya para sahabat sepakat menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal kalender Islam. Hijrah dipilih karena menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan Islam, yaitu ketika umat Islam mulai membangun masyarakat dan pemerintahan yang mandiri di Madinah.

Meski peristiwa hijrah terjadi pada bulan Rabiul Awal, para sahabat menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah karena Muharram merupakan awal siklus bulan setelah musim haji dan menjadi momentum yang tepat untuk memulai lembaran baru.

Baca Juga: Niat Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram Lengkap Tata Caranya, Simak Keutamaannya

Sejak saat itulah kalender Hijriah digunakan dan terus dipakai oleh umat Islam hingga saat ini.

Muharram, Salah Satu Bulan yang Dimuliakan

Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan." (QS. At-Taubah: 36)

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama bulan Muharram.

Amalan yang Dianjurkan pada Tahun Baru Islam

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Salah satu amalan paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa sunnah.

Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

Artinya:

"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar.

2. Menjalankan Puasa Asyura

Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya:

"Aku berharap kepada Allah agar puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu." (HR. Muslim)

Keutamaan inilah yang menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

3. Melaksanakan Puasa Tasua

Puasa Tasua dilakukan pada tanggal 9 Muharram dan dianjurkan untuk mendampingi puasa Asyura.

Rasulullah SAW bersabda:

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُوْمَنَّ التَّاسِعَ

Artinya:

"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Muharram)." (HR. Muslim)

4. Memperbanyak Sedekah

Muharram menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak sedekah dan membantu sesama.

Sedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

5. Membaca Al-Qur'an dan Berdzikir

Mengawali tahun baru Hijriah dengan memperbanyak tilawah Al-Qur'an, dzikir, istighfar, dan doa merupakan amalan yang dianjurkan.

Aktivitas ibadah tersebut dapat menjadi sarana memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus menenangkan hati.

6. Muhasabah dan Memperbaiki Diri

Esensi Tahun Baru Islam sesungguhnya terletak pada semangat hijrah. Umat Islam diajak mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir dan menyusun target kebaikan untuk tahun yang akan datang.

Muhasabah menjadi langkah penting agar seseorang dapat terus meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlaknya.

Baca Juga: 101 Tema Kegiatan 1 Muharram 1448 H, Menarik dan Kekinian

Pahala Besar bagi Orang yang Memanfaatkan Muharram

Bulan Muharram merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh. Selain termasuk bulan yang dimuliakan, berbagai ibadah yang dilakukan pada bulan ini memiliki keutamaan tersendiri sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga momentum spiritual untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Dengan memperbanyak puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan melakukan muhasabah, umat Islam dapat mengisi awal tahun dengan amalan yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi