Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Dipilih Jadi Lokasi Munas-Konbes NU 2026, Ini Alasannya

AKURAT.CO Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026.
Forum tersebut akan membahas sejumlah agenda strategis organisasi, termasuk penentuan lokasi Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU, KH Ahmad Said Asrori, mengatakan keputusan terkait lokasi Muktamar akan ditetapkan dalam forum Munas dan Konbes yang digelar di Ploso.
"Insya Allah di Munas Konbes ini (Muktamar) itu akan diputuskan," ujar KH Ahmad Said Asrori, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga: Munas-Konbes NU 2026, Masyayikh Tolak Perubahan AHWA dan Dorong Muktamar Digelar di Pesantren
Menurutnya, pemilihan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso tidak terlepas dari hubungan historis antara Nahdlatul Ulama dan tradisi pesantren. Ia menegaskan bahwa pesantren merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan dan identitas NU sejak awal berdirinya.
"Kenapa Munas Konbes di Pondok Pesantren Ploso? Ya karena NU ini lahir dari pondok pesantren. NU dan pesantren itu sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Bagaikan satu mata uang. NU tidak bisa meninggalkan pesantren, pesantren tidak bisa meninggalkan NU," katanya.
Kiai Said juga mengutip pandangan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyebut pesantren sebagai "NU kecil", sedangkan NU merupakan "pesantren besar". Karena itu, penyelenggaraan forum tertinggi organisasi di lingkungan pesantren dinilai memiliki nilai simbolis sekaligus historis yang kuat.
"Sehingga kita sepakat Munas Konbes di pondok pesantren Ploso ini. Ponpes ini punya sejarah panjang menorehkan alumni di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.
Selain membahas agenda organisasi, Munas dan Konbes juga akan menjadi forum penting menjelang Muktamar NU yang akan memilih Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode berikutnya.
Sementara itu, panitia juga menetapkan Bangkalan, Madura, sebagai lokasi penutupan rangkaian Munas dan Konbes. Pemilihan daerah tersebut didasarkan pada nilai sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Muktamar NU Makin Dekat, Sejumlah Nama Kiai dan Gus Mulai Masuk Radar Calon Ketum PBNU
Menurut Kiai Said, Bangkalan memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan Syaikhona Kholil Bangkalan yang memberikan isyarat kepada Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari untuk mendirikan Nahdlatul Ulama.
"Kenapa di Bangkalan? Karena ada faktor sejarah. Mengingatkan kembali kepada kita dan anak-anak muda agar tidak terputus sejarahnya," tegasnya.
Munas dan Konbes NU 2026 diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya membahas berbagai persoalan keumatan dan organisasi, tetapi juga menentukan arah kepemimpinan NU menjelang Muktamar mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









