Jelang Muktamar NU 2026, Lima Lokasi Ini Berebut Jadi Tuan Rumah

AKURAT.CO Penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai mengerucut. Hingga pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, lima daerah resmi mengajukan diri sebagai calon tuan rumah forum tertinggi organisasi tersebut.
Kelima daerah tersebut adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat. Masing-masing daerah menyatakan kesiapan untuk menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes NU 2026, Mohammad Nuh, mengatakan PBNU akan membentuk tim khusus guna melakukan peninjauan langsung ke daerah-daerah yang mengajukan diri. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan lokasi muktamar.
Baca Juga: Jelang Muktamar, Cak Imin Sentil Orang yang Main Politik di Tubuh Nahdlatul Ulama
Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Di antaranya kesiapan sarana dan prasarana, jaminan keamanan, kemampuan pembiayaan, serta aspek spiritual yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pengambilan keputusan di lingkungan NU.
“Semua lokasi yang mengajukan diri akan dievaluasi secara menyeluruh. Keputusan akhir akan diambil setelah seluruh proses peninjauan selesai dilakukan,” ujarnya usai Sidang Pleno III Munas-Konbes NU 2026.
PBNU juga menegaskan bahwa aspek keamanan menjadi salah satu faktor utama dalam penentuan lokasi. Selain menjamin kelancaran pelaksanaan acara, keamanan dinilai penting untuk memastikan seluruh rangkaian muktamar dapat berlangsung secara tertib dan kondusif.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur menjadi pertimbangan lain mengingat Muktamar NU merupakan agenda organisasi berskala nasional yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah. Karena itu, daerah tuan rumah harus memiliki kapasitas memadai untuk mendukung kebutuhan akomodasi, transportasi, hingga fasilitas persidangan.
Muktamar Ke-35 NU akan mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”, sama seperti tema yang diangkat dalam Munas dan Konbes NU 2026. Forum tersebut akan menjadi momentum penting bagi NU dalam memasuki abad kedua perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis ke depan.
Baca Juga: Penentuan Lokasi Muktamar NU Diwarnai Kericuhan, PBNU Tegaskan Belum Ada Keputusan Final
Selain membahas berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan, Muktamar Ke-35 NU juga akan menjadi forum pemilihan kepemimpinan baru yang akan menentukan arah organisasi untuk periode mendatang.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan muktamar, persaingan lima daerah calon tuan rumah diperkirakan akan semakin menghangat. Namun hingga saat ini PBNU belum menetapkan lokasi resmi penyelenggaraan dan masih menunggu hasil evaluasi tim yang akan dibentuk dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 7Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar






