Akurat Logo

Prabowo Sebut NU Pilar Stabilitas Bangsa: Ulama dan Umara Harus Bersatu

Lufaefi | 23 Juni 2026, 19:25 WIB
Prabowo Sebut NU Pilar Stabilitas Bangsa: Ulama dan Umara Harus Bersatu
Prabowo Subianto dalam Munas dan Konbes NU (Instagram @muzani2)

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu faktor penting yang menjaga stabilitas bangsa dan negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan para kiai, ulama, dan pengurus NU dari seluruh Indonesia, Prabowo menyebut keluarga besar Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga ketenteraman masyarakat sekaligus memperkuat persatuan nasional.

“Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Baca Juga: Tutup Munas dan Konbes NU, Prabowo Kenang Hubungannya dengan Gus Dur

Presiden mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan NU telah terjalin sejak lama. Ia mengaku telah mengenal lingkungan Nahdlatul Ulama sejak masa kecil karena memiliki hubungan keluarga dan kedekatan dengan tokoh-tokoh NU, termasuk keluarga Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Menurut Prabowo, NU tidak hanya dikenal sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjaga nasionalisme dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“NU adalah organisasi keagamaan yang sangat nasionalis, sangat patriotik, dan sangat cinta tanah air. Agamis, tetapi tetap nasionalis dan patriotik,” katanya.

Prabowo menilai semangat kebangsaan warga nahdliyin telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka. Hal itu, menurutnya, tercermin dalam berbagai tradisi perjuangan NU, termasuk lagu Syubbanul Wathon yang hingga kini masih dinyanyikan dalam berbagai kegiatan organisasi.

Selain menyoroti peran kelembagaan NU, Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap posisi kiai dan ulama di tengah masyarakat. Ia menyebut para ulama sebagai tokoh yang paling dekat dengan rakyat, terutama masyarakat pedesaan.

Karena kedekatan tersebut, lanjutnya, para kiai memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat bawah, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga kebutuhan kehidupan sehari-hari.

“Para kiai dan ulama adalah tokoh yang paling dekat dengan rakyat. Karena itu mereka mengerti apa yang dirasakan rakyat,” ujarnya.

Presiden menambahkan bahwa kedekatan dengan rakyat juga menjadi karakter aparat negara, termasuk tentara dan kepolisian. Menurutnya, hal tersebut menciptakan kesamaan visi antara ulama, pemerintah, dan aparat negara dalam mengawal kepentingan masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga keutuhan bangsa serta menghadapi berbagai tantangan nasional ke depan.

“Ulama, pemerintah, tentara, dan kepolisian sesungguhnya memahami perasaan rakyat. Itulah ketika ulama dan umara bersatu untuk negara dan bangsa,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Prabowo dalam Penutupan Munas dan Konbes NU: Kiai dan Ulama adalah Tokoh yang Dekat dengan Masyarakat

Kehadiran Presiden dalam penutupan Munas dan Konbes NU 2026 menjadi bagian dari rangkaian agenda nasional organisasi yang membahas berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, dan persiapan menuju Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar pada 1–5 Agustus 2026.

Forum tersebut juga menjadi momentum konsolidasi warga nahdliyin dalam memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional, penguatan moderasi beragama, serta penjagaan persatuan dan stabilitas bangsa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi