Akurat Logo
Bank Indonesia

Penentuan Lokasi Muktamar ke-35 NU Dinilai Jadi Arena Perebutan Pengaruh Tokoh NU

Lufaefi | 25 Juni 2026, 09:00 WIB
Penentuan Lokasi Muktamar ke-35 NU Dinilai Jadi Arena Perebutan Pengaruh Tokoh NU
Rapat Pleno Munas dan konbes NU di Ponpes Ploso Kediri (google image)

AKURAT.CO Penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai dipandang bukan sekadar persoalan teknis penyelenggaraan, tetapi juga menjadi arena pertarungan pengaruh di internal organisasi menjelang agenda tertinggi NU pada Agustus 2026.

Dinamika tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Meski forum telah menetapkan jadwal Muktamar pada 1–5 Agustus 2026, keputusan mengenai lokasi belum mencapai kesepakatan.

Perdebatan muncul ketika forum membahas rekomendasi Komisi Organisasi yang mengusulkan sejumlah daerah sebagai calon tuan rumah Muktamar, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Lokasi Muktamar NU Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan PBNU Jangan Biarkan Polemik Berlarut

Ketegangan terjadi setelah sebagian peserta menilai penyebutan daerah tertentu dalam forum berpotensi dipersepsikan sebagai penetapan sepihak. Sejumlah interupsi muncul dan pembahasan berlangsung cukup alot.

Di saat yang sama, kelompok masyayikh NU juga menyampaikan pandangan agar Muktamar tetap diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk menjaga identitas historis organisasi.

Dalam seruan bersama para masyayikh, Senin (21/6/2026) disebutkan, “Pesantren merupakan rumah besar Nahdlatul Ulama, pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan yang menjadi fondasi utama jam’iyah.”

Karena itu, mereka berharap Muktamar NU 2026 digelar di lingkungan pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan mata rantai keilmuan NU.

Di tengah menguatnya aspirasi tersebut, pembahasan lokasi dinilai memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan simbol representasi, legitimasi, dan posisi kelompok-kelompok berpengaruh di lingkungan organisasi menjelang muktamar.

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof Mohammad Nuh, menyatakan forum akhirnya belum mengambil keputusan lokasi dan memilih membentuk tim untuk melakukan kajian lanjutan.

“Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan 1 sampai 5 Agustus 2026,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi itu.”

Baca Juga: PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar, Penetapan Ditargetkan Pertengahan Juli

Menurutnya, terdapat empat aspek yang menjadi pertimbangan penentuan lokasi, yakni kesiapan sarana dan prasarana, aspek keamanan, kemampuan pendanaan daerah penyelenggara, serta pertimbangan spiritual yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pengambilan keputusan di NU.

Dengan belum ditetapkannya lokasi, keputusan akhir kini menunggu pembahasan lanjutan di tingkat PBNU sebelum Muktamar ke-35 resmi digelar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi