Penentuan Lokasi Muktamar ke-35 NU Dinilai Jadi Arena Perebutan Pengaruh Tokoh NU

AKURAT.CO Penentuan lokasi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai dipandang bukan sekadar persoalan teknis penyelenggaraan, tetapi juga menjadi arena pertarungan pengaruh di internal organisasi menjelang agenda tertinggi NU pada Agustus 2026.
Dinamika tersebut mengemuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. Meski forum telah menetapkan jadwal Muktamar pada 1–5 Agustus 2026, keputusan mengenai lokasi belum mencapai kesepakatan.
Perdebatan muncul ketika forum membahas rekomendasi Komisi Organisasi yang mengusulkan sejumlah daerah sebagai calon tuan rumah Muktamar, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Lokasi Muktamar NU Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan PBNU Jangan Biarkan Polemik Berlarut
Ketegangan terjadi setelah sebagian peserta menilai penyebutan daerah tertentu dalam forum berpotensi dipersepsikan sebagai penetapan sepihak. Sejumlah interupsi muncul dan pembahasan berlangsung cukup alot.
Di saat yang sama, kelompok masyayikh NU juga menyampaikan pandangan agar Muktamar tetap diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk menjaga identitas historis organisasi.
Dalam seruan bersama para masyayikh, Senin (21/6/2026) disebutkan, “Pesantren merupakan rumah besar Nahdlatul Ulama, pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan yang menjadi fondasi utama jam’iyah.”
Karena itu, mereka berharap Muktamar NU 2026 digelar di lingkungan pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan mata rantai keilmuan NU.
Di tengah menguatnya aspirasi tersebut, pembahasan lokasi dinilai memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan simbol representasi, legitimasi, dan posisi kelompok-kelompok berpengaruh di lingkungan organisasi menjelang muktamar.
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof Mohammad Nuh, menyatakan forum akhirnya belum mengambil keputusan lokasi dan memilih membentuk tim untuk melakukan kajian lanjutan.
“Munas dan Konbes ini satu rangkaian dengan Muktamar yang insyaallah akan dilaksanakan 1 sampai 5 Agustus 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi itu.”
Baca Juga: PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar, Penetapan Ditargetkan Pertengahan Juli
Menurutnya, terdapat empat aspek yang menjadi pertimbangan penentuan lokasi, yakni kesiapan sarana dan prasarana, aspek keamanan, kemampuan pendanaan daerah penyelenggara, serta pertimbangan spiritual yang selama ini menjadi bagian dari tradisi pengambilan keputusan di NU.
Dengan belum ditetapkannya lokasi, keputusan akhir kini menunggu pembahasan lanjutan di tingkat PBNU sebelum Muktamar ke-35 resmi digelar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia: Intip Harga, Spesifikasi, dan Desain Kuning Ikoniknya!
- 2Link Live Streaming Portugal vs Uzbekistan Piala Dunia 2026, Nonton Resmi via MAXStream dan TVRI!
- 3Prediksi Skor Paraguay vs Australia 26 Juni 2026: Socceroos Selangkah Lagi ke 32 Besar, Paraguay Wajib Menang
- 4Jadwal Piala Dunia 24-25 Juni 2026 Lengkap dengan Jam Tayang
- 5Jadwal Piala Dunia Hari Ini 23 Juni 2026: Portugal Hingga Kroasia Main, Cek Jam Tayang Lengkap!
- 6Prediksi Skor Republik Ceko vs Meksiko 25 Juni 2026: El Tricolor Favorit, Mampukah Narodak Ciptakan Kejutan?
- 7AS Putuskan untuk Mengakhiri Otorisasi Operasi 'Tanpa Batasan' untuk Israel di Lebanon
- 8Moto3 Belanda: Puji Kehebatan Veda Ega Pratama di Brno, Hiroshi Aoyama Bidik Momentum di Assen
- 9Sekolah Rakyat NTT Wujud Nyata Pemerataan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda
- 10Modus Setoran Biro Jasa ke Imigrasi Bali, Berkas KITAS-KITAP Tidak Diklik jika Ogah Bayar








